p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Cahaya Edukasi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Bahasa Laki-Laki dan Perempuan dalam Mengomentari Konten Perselingkuhan pada TikTok Akun @kuatbaca.official Nada Maulidia; Maulidia, Nada; Fitri, Agnia; Salsabilla, Aisha; Irvan, Andika Rizky; Santoso, Chelsy Rio
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.158

Abstract

Penelitian ini membahas perbedaan bahasa laki-laki dan perempuan dalam kolom komentar video bertema perselingkuhan di akun TikTok @kuatbaca.official. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi perbedaan gaya berbahasa berdasarkan tiga aspek yaitu diksi, gaya bahasa, dan kesantunan berbahasa. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek diksi, perempuan cenderung menggunakan kata yang emosional dan empatik, sedangkan laki-laki lebih lugas dan sarkastik. Pada aspek gaya bahasa, perempuan sering memakai gaya konotatif seperti metafora dan hiperbola, sedangkan laki-laki dominan dengan gaya denotatif yang menonjolkan rasionalitas. Dalam aspek kesantunan, perempuan umumnya sopan dan empatik, sementara laki-laki cenderung tegas namun menggurui. Secara keseluruhan, jenis kelamin memengaruhi gaya berbahasa di media sosial.
Representasi Perempuan dalam Tradisi Gowok pada Film Gowok: Kamasutra Jawa salsabilla, aisha
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana perempuan direpresentasikan dalam tradisi gowok, sebagaimana digambarkan dalam film Gowok: Kamasutra Jawa. Tradisi gowok, yang dalam beberapa sumber sastra dipandang sebagai ritual bimbingan bagi laki-laki muda menuju kedewasaan, seringkali dipahami dari perspektif budaya Jawa yang menempatkan perempuan pada posisi spesifik terkait peran, fisik, dan dinamika kekuasaan mereka. Dengan menggunakan metode kualitatif dan analisis representasional, penelitian ini mengkaji bagaimana film tersebut membentuk citra perempuan dalam konteks tradisional ini melalui cerita, karakter, simbol budaya, dan relasi gender yang digambarkan. Data dikumpulkan melalui observasi film dan tinjauan pustaka tentang budaya Jawa, tradisi gowok, dan teori feminis. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa film tersebut mengkonstruksi perempuan sebagai figur yang berpengetahuan dan berpengaruh dalam upacara kedewasaan, tetapi sekaligus menempatkan mereka dalam kerangka yang masih dipengaruhi oleh nilai-nilai patriarki. Representasi perempuan dalam film tersebut menampilkan dualitas: perempuan digambarkan memiliki kekuatan simbolis dalam tradisi, namun tetap dibatasi oleh struktur budaya yang menempatkan laki-laki sebagai pusat proses pendewasaan. Studi ini menekankan bahwa film memainkan peran penting dalam membentuk pandangan masyarakat tentang posisi perempuan dalam tradisi lokal dan mendorong dialog mengenai hubungan gender dalam budaya Jawa.