Produksi tahu yang terus meningkat di Indonesia saat ini memiliki peranan penting bagi ekosistem lingkungan di sekitarnya, terutama pada badan air di sekitar lokasi pabrik tahu. Industri Tahu Poluju dengan kapasitas produksi 500 kg kedelai setiap hari memproduksi limbah cair sebanyak 32,256 m3/hari. Sebagian industri kecil atau rumahan yang masih menggunakan teknologi sederhana dalam proses produksinya, dapat menimbulkan pencemaran air akibat rendahnya kesadaran masyarakat tentang masalah pencemaran itu. Limbah cair yang dihasilkan dalam proses produksi tahu mencakup limbah dari pencucian kedelai sebelum diolah, sisa-perendaman kedelai, sisa setelah merebus kedelai, proses penggumpalan, dan berasal dari pencetakan tahu. Kualitas parameter pencemar yang awalnya tidak memenuhi standar yang ditetapkan, dapat berkurang dengan perencanaan ini sehingga sesuai dengan standar kualitas yang berlaku. Pada penelitian ini diterapkan kombinasi IPAL Anaerobik-Aerobik. Perhitungan Anggaran Biaya (RAB) dalam penelitian ini memerlukan biaya sekitar ± Rp 65.576.933.
Copyrights © 2026