Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisa Kualitas Air Sungai Tukad Badung, Denpasar, Bali Menggunakan Program QUAL2Kw Richarta Vichotama Nur A. A; Riyanto Haribowo; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.01.04

Abstract

Sungai Tukad Badung secara fisik terbilang baik, namun memiliki kualitas air yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting kualitas air Tukad Badung dan mengetahui kondisi daya tampung pencemaran berdasarkan analisa program QUAL2Kw. Dari hasil analisa, kondisi kualitas air pada daerah studi menunjukkan dua dari delapan parameter (Fosfat dan BOD) tidak memenuhi baku mutu kelas II. Sedangkan Daya Tampung Pencemaran sungai Tukad Badung pada TSS yakni 17,77 ton/hari, pada BOD 27,49 ton/hari, pada COD 93,63 ton/hari, dan pada Fosfat 7,65 ton/hari. Pada prediksi kualitas air Tukad Badung tahun 2024, terjadi penurunan kualitas air pada sungai Tukad Badung, hal ini dapat diprediksi dari trend penurunan kualitas air yang dihitung grafik penurunanya secara polinomial. Beberapa parameter diprediksi tidak memenuhi baku mutu kelas II yakni pada parameter BOD dan  Fosfat, sama seperti pada tahun-tahun sebelumnya. BOD memiliki penurunan sebesar -8,93% (konsentrasi BOD naik 8,93%) dan Fosfat memiliki penurunan sebesar -16,67% (konsentrasi fosfat naik 16,67%).
Studi Penentuan Status Mutu Air dengan Menggunakan Metode Indeks Pencemaran dan Metode Water Quality Index (WQI) Di Sungai Donan Cilacap, Jawa Tengah Galih Teja Mukti; Tri Budi Prayogo; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.01.21

Abstract

Sungai Donan merupakan daerah yang memiliki beberapa kawasan industri dan kawasan permukiman. Dampak dari adanya kawasan padat pembangunan dan industri diyakini dapat mempengaruhi tingkat mutu kualitas air. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengamati dan menganalisa kondisi sungai Donan sehingga dapat memperlihatkan sumber pencemaran dan parameter melebihi batas baku mutu yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) dan Water Quality Index (WQI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa status mutu air Sungai Donan dari analisa menggunakan metode Indeks Pencemaran menunjukkan 100% kondisi tercemar sedang. Sedangkan menurut metode Water Quality Index (WQI) menunjukkan 47,5% tercemar berat dan 52,5% tercemar sedang. Penentuan status mutu air dari hasil sampel air terhadap Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2001 yang di lakukan pada bulan November 2018 menyatakan bahwa terdapat beberapa parameter yang melebihi batas baku mutu kelas II yaitu Jumlah partikel terlarut (TDS), COD, BOD, flourida, minyak dan lemak, salinitas, sulfida, dan klor bebas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa air di Sungai Donan tersebut dimungkinan masih digolongkan air sungai kelas IV.
Kajian Efektivitas Kolam Retensi Dalam Mereduksi Banjir Jalan Raya Porong Kabupaten Sidoarjo dengan Storm Water Management Model Ahmad Hirson Khoiri; Ussy Andawayanti; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.12

Abstract

An effectiveness study needed to determine the ability of the retention pond built in the Sidoarjo Mud flow affected area to reduce flooding that occurs especially around Porong Highway area. This problem occurred due to geological deformation in the form of land subsidence, precisely in the area around Porong Highway and caused flooding that spread to the surrounding environment flooded several villages. Several retention ponds were built in the area as one of the strategic steps to deal with the flooding that occurred. To simulate the flooding that occurred, a rainfall intensity with a 5-year return period was used which was simulated using EPA SWMM 5.1 software with catchment area of 148,31 hectares which divided into 27 subcatchments. From the simulation results, the volume of runoff from surrounding villages and Porong Highway is 126,000 m3, with an existing pond capacity of 94373,9 m3 the effectiveness of the pond in reducing flooding is 74,48% and with an alternative pond capacity of 151415,5 m3 effectiveness pond is 120,17%. Furthermore, standard operating procedures are prepared as an effort to maximize the effectivity of the pond.Diperlukan kajian efektivitas untuk mengetahui kemampuan kolam retensi yang dibangun pada daerah terdampak semburan Lumpur Sidoarjo dalam mereduksi banjir yang terjadi khususnya sekitar Jalan Raya Porong. Permasalahan ini terjadi diakibatkan oleh deformasi geologi berupa penurunan muka tanah tepatnya pada daerah sekitar Jalan Raya Porong dan menyebabkan banjir dan menyebar ke lingkungan sekitar serta membanjiri beberapa desa. Dibangunan beberapa kolam retensi pada daerah tersebut sebagai salah satu langkah strategis penanganan banjir yang terjadi. Untuk mensimulasikan banjir yang terjadi digunakan intensitas hujan dengan kala ulang 5 tahun yang disimulasi menggunakan software EPA SWMM 5.1 dengan area penelitian seluas 148,31 hektar yang dibagi menjadi 27 subcatchment. Dari hasil simulasi didapatkan besaran volume limpasan dari desa sekitar dan Jalan Raya Porong sebesar 126.000 m3, dengan kapasitas kolam eksisting sebesar 94373,9 m3 efektivitas kolam dalam mereduksi banjir adalah sebesar 74,48% dan dengan kapasitas kolam alternatif dengan volume 151415,5 m3 efektivitas kolam adalah sebesar 120,17%. Selanjutnya standar operasional prosedur disusun sebagai bentuk upaya untuk memaksimalkan kemampuan effektivitas kolam.
Studi Peningkatan Usia Guna Waduk Songputri Akibat Dampak Sedimentasi Sris Novita Emiliawati; Moh Sholichin; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.21

Abstract

Songputri Reservoir located in Wonogiri Regency which was built in 1977-1984 needs to be handled such as vegetation, checkdam construction, and dredging to find out how much additional the reservoir's useful life, besides that it is also necessary to calculate the erosion and sedimentation in the Songputri watershed. The data needed is monthly rainfall data, number of rainy days, and maximum daily data used to calculate the value of erosivity (R), a soil type map to determine the erodibility value (K), a slope map to determine the LS factor, and a land use map to determine the CP value. The calculations will using USLE method assisted by the ArcMap 10.4 application. From the results, it is known that the erosion is 23,157.57 tons/year, the sedimentation is 1,976.71 tons/year, and the reservoir useful life is 22 years. After that, reforestation is carried out on an area of 14.28 ha, construction of 6 checkdams, and dredging in the Songputri Reservoir. After that, the erosion and sedimentation were calculated using the same formula, it is known that the erosion is 7,735.39 tons/year, the sedimentation is 660.29 tons/year, and the useful life of the reservoir is increased to 67 years
Analisis Debit Banjir Rancangan dengan Metode HSS Nakayasu, HSS ITB-1, dan HSS Limantara pada DAS Manikin di Kabupaten Kupang Alvine Cinta Damayanti; Lily Montarcih Limantara; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.25

Abstract

East Nusa Tenggara Province is a dry area where the rain season is relatively short and the rainfall intensity is low. This causes the production of food crops can not be maximized, even crop failure. The limited water resources in East Nusa Tenggara Province can be optimized by doing construction the Manikin Dam. In water resources planning, realistic flood discharge is needed by using the Synthetic Unit Hidrograph Method. The purpose of this research is to analyze the design flood discharge using the Methods of Synthetic Unit Hidrograph Nakayasu, ITB-1, and Limantara in Manikin Watershed of Kupang Regency. The calculation of the design flood discharge is carried out after obtaining the design rainfall value by using Normal, Log Normal, Gumbel, and Log Pearson Type III distribution methods. The results obtained are tested for suitability and the design rainfall value that passed can be use in the calculation of the design flood discharge. The results showed that the design flood discharge from the calculation of Nakayasu SUH method is 1597,16 m3/sec, that the design flood discharge from the calculation of ITB-1 SUH method is 965,64 m3/sec, and that the design flood discharge from the calculation of Limantara SUH method is 401,32 m3/sec. Based on the results, the value of the calculation of Nakayasu SUH method is the most suitable method and the closest to the conditions in the Manikin watershed.Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan daerah kering dimana musim basah (hujan) relatif pendek dan intensitas curah hujan yang kecil. Hal ini menyebabkan terjadinya produksi tanaman pangan tidak dapat maksimal, bahkan gagal panen. Terbatasnya sumber daya air di Propinsi Nusa Tenggara Timur dapat dioptimalkan dengan melakukan pembangunan Bendungan Manikin. Pada perencanaan bidang sumber daya air, dibutuhkan data debit banjir yang realistis dengan menggunakan Metode Hidrograf Satuan Sintetis. Penelitian bertujuan untuk menganalisis debit banjir rancangan dengan menggunakan ketiga metode Hidrograf Satuan Sintetis yaitu HSS Nakayasu, ITB-1, dan Limantara pada DAS Manikin di Kabupaten Kupang. Perhitungan debit banjir rancangan dilakukan setelah mendapat nilai hujan rancangan dengan menggunakan metode distribusi Normal, Log Normal, Gumbel, dan Log Pearson Type III. Hasil yang diperoleh diuji kembali kesesuaiannya dan nilai hujan rancangan yang lolos digunakan dalam perhitungan debit banjir Damayanti, A. C. et al., Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 0 No. 0 (2021) p. 0-0 2 rancangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai debit banjir rancangan perhitungan metode HSS Nakayasu sebesar 1597,16 m3 /det, debit banjir rancangan perhitungan metode HSS ITB-1 sebesar 965,64 m3 /det, dan debit banjir rancangan perhitungan metode HSS Limantara sebesar 401,32 m3 /det. Berdasarkan hasil analisis, nilai dari perhitungan metode HSS Nakayasu merupakan metode yang sesuai dan paling mendekati dengan kondisi di DAS Manikin.
Evaluasi Kualitas Air dan Sistem Hidran Pada Zona Pelayanan Betek Kota Malang Menggunakan Program WaterCAD Fachry Rizaldy Hasibuan; Riyanto Haribowo; Sri Wahyuni
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.27

Abstract

The water need continues to be influenced by the rapidly growing population in an area, but this development is not accompanied by the availability of fresh water. PDAM (Municipal Water Supply Company) of Malang City consist of  several Zones or DMA (District Meter Area), one of them is Betek Service Zone. the hydrant did not function properly, while the water quality was due to the Malang City hydrant being an integral part of the water distribution pipeline to the community. Evaluation of Water Quality and Hydrant System is based on the existing network condition in the Betek Service Zone where the Betek Reservoir water supply comes from the Tlogomas Reservoir from the Wendit Sources 1, 2 and 3. Betek Reservoir 1 flowing water by 101,189 liters/sec to DMA 1,2,4 and 5 and Betek Reservoir 2 of 233,339 liters/sec to DMA 3,6 and 7. Based on WaterCAD V8i software simulation in Betek Zone, the results of pressure, velocity, headloss gradient, and residual chlorine in existing and development conditions with the conditions of permitted pressure of 0.5-10 atm, permitted speed of 0.3-6 m/sec,  permitted headloss gradient of 0-15 m/km and permitted  residual chlorine of 0.3-0.5 mg/l.Kebutuhan air yang terus dipengaruhi oleh pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin pesat disuatu daerah, Tetapi perkembangan tersebut tidak diiringi dengan penyediaan air bersih yang ada. PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kota Malang menjadi beberapa Zona atau DMA (District Meter Area) salah satunya Zona Pelayanan Betek. Hidran sekitar Kota Malang tidak berfungsi dengan baik adapun kualitas air dikarenakan hidran Kota Malang menjadi satu kesatuan dengan pipa jaringan distribusi air ke masyarakat. Evaluasi Kualitas Air dan  Sistem Hidran didasarkan pada jaringan kondisi eksisting di Zona Pelayanan Betek dimana suplai air Reservoir Betek berasal dari Reservoir Tlogomas yang berasal dari Sumber Wendit 1, 2 dan 3. Reservoir 1 Betek yang mengaliri air sebesar 101,189 ltr/dtk ke DMA 1,2,4 dan 5 dan Reservoir 2 Betek sebesar 233,339 ltr/dtk ke DMA 3,6 dan 7. Berdasarkan simulasi software WaterCAD V8i di Zona Betek didapatkan hasil tekanan, kecepatan, headloss gradient, dan sisa klorin pada kondisi eksisting dan pengembangan dengan syarat tekanan yang diijinkan 0,5-10 atm, kecepatan yang diijinkan 0,3-6 m/detik, headloss gradient yang diijinkan 0-15 m/km dan sisa klorin yang diijinkan 0,3-0,5 mg/l.
Analisis Kualitas Air Menggunakan Metode Indeks Pencemaran, CCME-WQI, dan NSF-WQI di Sungai Surabaya, Jawa Timur Maharani, Diza Alifya Hadinah; Riyanto Haribowo; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.022

Abstract

Sungai Surabaya memasok 96% dari kebutuhan air baku PDAM Kota Surabaya. Namun, kualitasnya dinyatakan telah mengalami pencemaran dan tidak layak dijadikan air baku PDAM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air di Sungai Surabaya dengan metode Indeks Pencemaran, CCME-WQI dan NSF-WQI, membandingkan ketiga metode kualitas air tersebut dan mengetahui hasil pemetaan sebaran beban pencemaran kualitas air di sekitar Sungai Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode Indeks Pencemaran, CCME-WQI dan NSF-WQI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) metode Indeks Pencemaran: status mutu air pada titik hulu 100% Cemar Ringan, Titik tengah 66,67% Cemar Ringan, 33,33% Cemar Sedang. Tititk hilir dan muara 83,33% Cemar Ringan dan 16,67% Cemar Sedang; (2) CCME-WQI: status mutu air pada titik hulu 66,67% Kurang, 16,67% Cukup dan 16,67% Sangat Buruk. Titik tengah 33,33% Buruk, 16,67% Cukup Baik dan 16,67% Kurang. Titik hilir 83,33% Buruk dan 16,67% Kurang. Dan titik muara 50% Buruk, 33% Kurang, dan 16,67% Cukup; (3) NSF-WQI: status mutu air pada titik hulu, tengah, hilir, dan muara 100% buruk. Dapat disimpulkan bahwa metode NSF-WQI lebih sesuai untuk manajemen pengendalian pencemaran air karena metode ini memiliki hasil terburuk, sehingga dapat digunakan sebagai pertimbangan manajemen pengendalian pencemaran air. The Surabaya River supplies 96% of the raw water needs of PDAM Surabaya City. The quality is stated to have been polluted and unfit to be used as PDAM raw water. The purpose of this study was to determine the water quality in the Surabaya River using the Pollution Index, CCME-WQI and NSF-WQI methods, to compare the three water quality methods and to find out the results of mapping the distribution of water quality pollution loads around the Surabaya River. The results showed that: (1) Pollution Index method: water quality status at the upstream point was 100% Lightly Polluted, Midpoint 66.67% Lightly Polluted, 33.33% Moderately Polluted. Downstream and estuary points are 83.33% Lightly Polluted and 16.67% Moderately Polluted; (2) CCME-WQI: water quality status at the upstream point is 66.67% Poor, 16.67% Fair and 16.67% Very Poor. The midpoint is 33.33% Bad, 16.67% Fair and 16.67% Poor. The downstream point is 83.33% Bad and 16.67% Less. And the estuary point is 50% Bad, 33% Less, and 16.67% Enough; (3) NSF-WQI: water quality status at the upstream, middle, downstream and estuary points is 100% bad. so it can be used as a consideration for water pollution control management.
Analisa Kelayakan Teknis dan Ekonomis Operasi dan Pemeliharaan Waduk Muara Nusa Dua I Putu Wira Sanjaya; Riyanto Haribowo; Moch. Sholichin
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.027

Abstract

Waduk Muara Nusa Duaterletak di muara sungai Badung dandibangun untuk memenuhi kebutuhan air penduduk di Kecamatan Kuta Selatan. Maka untuk menjaga waduk agar selalu dapat mengaliri air ke penduduk, diperlukan adanya operasi dan pemeliharaan secara berkala.Studi ini bertujuan untuk mengetahui kelayakanWaduk Muara Nusa Dua secara teknis dan secara ekonomi. Hasilstudi ini menunjukan bahwa secara teknisdengan menggunakan metode simulasi waduk keandalan 90%, Waduk Muara Nusa pada tahun 2020 kebutuhan air penduduk sebesar 0,35 m3/detik masih dapat terpenuhi, sedangkan untuk kebutuhan air penduduk tahun 2025 sebesar 0,43 m3/detik dan pada tahun 2030 sebesar 0,52 m3/detik tidak dapat terpenuhi setelah dilakukan simulasi waduk. Hasil kajianekonomi Waduk Muara Nusa Dua memerlukan biaya sebesar Rp.7.698.443.858,149 untuk kegiatan operasi dan pemeliharaan selamasetahun serta mendapatkan keuntungan dari penjualan air sebesarRp.11.037.600.000, sehingga setelah dilakukan analisis menggunakan metode benefit cost ratio nilai untuk BCR sebesar 1,43 dan secara ekonomidikatakan layak karena nilai BCR > 1.
Analisis Kapasitas Saluran Drainase Kelurahan Kalipang Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar menggunakan EPA SWMM 5.1 Cahyo Trilaksono; Runi Asmaranto; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.005

Abstract

Perubahan lahan terbuka hijau menjadi kawasan permukiman di Kelurahan Kalipang  mempengaruhi kemampuan lahan dalam menyerap air. Salah satu dampak yang ditimbulkan oleh hal tersebut yaitu meningkatnya limpasan permukaan,sehingga menyebabkan saluran meluap dan terjadi genangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kapasitas saluran drainase eksisting yang ada di Kelurahan Kalipang Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Dalam studi ini digunakan aplikasi SWMM 5.1 untuk membantu simulasi hujan menjadi limpasan permukaan dan melakukan analisis kapasitas saluran. Dari hasil analisis didapatkan total limpasan yang terjadi dengan menggunakan hujan rancangan kala ulang 5 tahun yaitu sebesar 126.98 103m3. Hasil simulasi menunjukan terdapat 9 Daerah Pengaliran Saluran (subcatchment)  (S2, S4, S6, S19, S35, S38, S42, S43 dan S48) menghasilkan limpasan permukaan yang besar dengan nilai debit limpasan lebih besar dari 0.5 m3/detik. Analisis terhadap kapasitas tampungan saluran menunjukan terdapat 27 saluran yang tidak mencukupi dan mengakibatkan luapan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dilakukan perencanaan pengembangan dengan melakukan perubahan dimensi terhadap saluran yang meluap 27 dan 4 saluran sekitarnya. Saluran yang telah dilakukan perubahan memiliki dimesi tinggi 0.5-1 m dan lebar 0.5-1 m.  Solusi lainnya dengan merencanakan penambahan 3 saluran baru dan 2 penambahan outfall dilakukan untuk mengurangi debit limpasan pada saluran eksisting.
Studi Penentuan Status Mutu Air dengan Menggunakan Metode STORET, Indeks Pencemaran, dan CCME-WQI di Sungai Metro Kota Malang, Jawa Timur Pradsindra Amyrtha Swandani; Emma Yuliani; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.066

Abstract

Abstrak: Sungai Metro Kota Malang banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan air baku bagi rumah tangga, industri, peternakan, irigasi, dan rekreasi. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui status mutu air Sungai Metro Kota Malang pada tahun 2017-2021. Data kualitas air diambil pada 3 titik pemantauan yang kemudian akan dianalisis dengan Metode STORET, Indeks Pencemaran, dan CCME-WQI. Parameter yang digunakan adalah temperatur, TDS, TSS, pH, BOD, COD, DO, NO3-N, NO2-N, total fosfat, dan total coliform. Hasil analisis menggunakan Metode STORET pada bagian hulu 25% cemar sedang dan 75% cemar berat. Bagian tengah 20% cemar ringan dan 80% cemar berat. Bagian hilir 60% cemar sedang dan 40% cemar berat. Metode Indeks Pencemaran pada bagian hulu dan tengah 80% cemar ringan dan 20% cemar sedang. Bagian hilir 100% cemar ringan. Sedangkan dengan Metode CCME-WQI pada bagian hulu 20% baik, 40% cukup, 20% kurang, dan 20% buruk. Bagian tengah 40% baik dan 60% kurang. Bagian hilir 60% baik, 20% kurang, dan 20% buruk. Adapun hasil analisis status mutu air selama 5 tahun, pencemaran terbesar terjadi pada bagian hulu yaitu pada Jembatan Joyogrand. Serta penyebab terbesar tercemarnya Sungai Metro Kota Malang adalah tingginya kandungan BOD dan NO2-N karena banyaknya limbah organik, aktivitas masyarakat, dan kegiatan pertanian di sekitar sungai.