Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Kualitas Air Menggunakan Metode Indeks Pencemaran, CCME-WQI, dan NSF-WQI di Sungai Surabaya, Jawa Timur Maharani, Diza Alifya Hadinah; Riyanto Haribowo; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.022

Abstract

Sungai Surabaya memasok 96% dari kebutuhan air baku PDAM Kota Surabaya. Namun, kualitasnya dinyatakan telah mengalami pencemaran dan tidak layak dijadikan air baku PDAM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air di Sungai Surabaya dengan metode Indeks Pencemaran, CCME-WQI dan NSF-WQI, membandingkan ketiga metode kualitas air tersebut dan mengetahui hasil pemetaan sebaran beban pencemaran kualitas air di sekitar Sungai Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode Indeks Pencemaran, CCME-WQI dan NSF-WQI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) metode Indeks Pencemaran: status mutu air pada titik hulu 100% Cemar Ringan, Titik tengah 66,67% Cemar Ringan, 33,33% Cemar Sedang. Tititk hilir dan muara 83,33% Cemar Ringan dan 16,67% Cemar Sedang; (2) CCME-WQI: status mutu air pada titik hulu 66,67% Kurang, 16,67% Cukup dan 16,67% Sangat Buruk. Titik tengah 33,33% Buruk, 16,67% Cukup Baik dan 16,67% Kurang. Titik hilir 83,33% Buruk dan 16,67% Kurang. Dan titik muara 50% Buruk, 33% Kurang, dan 16,67% Cukup; (3) NSF-WQI: status mutu air pada titik hulu, tengah, hilir, dan muara 100% buruk. Dapat disimpulkan bahwa metode NSF-WQI lebih sesuai untuk manajemen pengendalian pencemaran air karena metode ini memiliki hasil terburuk, sehingga dapat digunakan sebagai pertimbangan manajemen pengendalian pencemaran air. The Surabaya River supplies 96% of the raw water needs of PDAM Surabaya City. The quality is stated to have been polluted and unfit to be used as PDAM raw water. The purpose of this study was to determine the water quality in the Surabaya River using the Pollution Index, CCME-WQI and NSF-WQI methods, to compare the three water quality methods and to find out the results of mapping the distribution of water quality pollution loads around the Surabaya River. The results showed that: (1) Pollution Index method: water quality status at the upstream point was 100% Lightly Polluted, Midpoint 66.67% Lightly Polluted, 33.33% Moderately Polluted. Downstream and estuary points are 83.33% Lightly Polluted and 16.67% Moderately Polluted; (2) CCME-WQI: water quality status at the upstream point is 66.67% Poor, 16.67% Fair and 16.67% Very Poor. The midpoint is 33.33% Bad, 16.67% Fair and 16.67% Poor. The downstream point is 83.33% Bad and 16.67% Less. And the estuary point is 50% Bad, 33% Less, and 16.67% Enough; (3) NSF-WQI: water quality status at the upstream, middle, downstream and estuary points is 100% bad. so it can be used as a consideration for water pollution control management.
Analisa Kelayakan Teknis dan Ekonomis Operasi dan Pemeliharaan Waduk Muara Nusa Dua I Putu Wira Sanjaya; Riyanto Haribowo; Moch. Sholichin
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.027

Abstract

Waduk Muara Nusa Duaterletak di muara sungai Badung dandibangun untuk memenuhi kebutuhan air penduduk di Kecamatan Kuta Selatan. Maka untuk menjaga waduk agar selalu dapat mengaliri air ke penduduk, diperlukan adanya operasi dan pemeliharaan secara berkala.Studi ini bertujuan untuk mengetahui kelayakanWaduk Muara Nusa Dua secara teknis dan secara ekonomi. Hasilstudi ini menunjukan bahwa secara teknisdengan menggunakan metode simulasi waduk keandalan 90%, Waduk Muara Nusa pada tahun 2020 kebutuhan air penduduk sebesar 0,35 m3/detik masih dapat terpenuhi, sedangkan untuk kebutuhan air penduduk tahun 2025 sebesar 0,43 m3/detik dan pada tahun 2030 sebesar 0,52 m3/detik tidak dapat terpenuhi setelah dilakukan simulasi waduk. Hasil kajianekonomi Waduk Muara Nusa Dua memerlukan biaya sebesar Rp.7.698.443.858,149 untuk kegiatan operasi dan pemeliharaan selamasetahun serta mendapatkan keuntungan dari penjualan air sebesarRp.11.037.600.000, sehingga setelah dilakukan analisis menggunakan metode benefit cost ratio nilai untuk BCR sebesar 1,43 dan secara ekonomidikatakan layak karena nilai BCR > 1.
Analisis Kapasitas Saluran Drainase Kelurahan Kalipang Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar menggunakan EPA SWMM 5.1 Cahyo Trilaksono; Runi Asmaranto; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.005

Abstract

Perubahan lahan terbuka hijau menjadi kawasan permukiman di Kelurahan Kalipang  mempengaruhi kemampuan lahan dalam menyerap air. Salah satu dampak yang ditimbulkan oleh hal tersebut yaitu meningkatnya limpasan permukaan,sehingga menyebabkan saluran meluap dan terjadi genangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kapasitas saluran drainase eksisting yang ada di Kelurahan Kalipang Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Dalam studi ini digunakan aplikasi SWMM 5.1 untuk membantu simulasi hujan menjadi limpasan permukaan dan melakukan analisis kapasitas saluran. Dari hasil analisis didapatkan total limpasan yang terjadi dengan menggunakan hujan rancangan kala ulang 5 tahun yaitu sebesar 126.98 103m3. Hasil simulasi menunjukan terdapat 9 Daerah Pengaliran Saluran (subcatchment)  (S2, S4, S6, S19, S35, S38, S42, S43 dan S48) menghasilkan limpasan permukaan yang besar dengan nilai debit limpasan lebih besar dari 0.5 m3/detik. Analisis terhadap kapasitas tampungan saluran menunjukan terdapat 27 saluran yang tidak mencukupi dan mengakibatkan luapan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dilakukan perencanaan pengembangan dengan melakukan perubahan dimensi terhadap saluran yang meluap 27 dan 4 saluran sekitarnya. Saluran yang telah dilakukan perubahan memiliki dimesi tinggi 0.5-1 m dan lebar 0.5-1 m.  Solusi lainnya dengan merencanakan penambahan 3 saluran baru dan 2 penambahan outfall dilakukan untuk mengurangi debit limpasan pada saluran eksisting.
Studi Penentuan Status Mutu Air dengan Menggunakan Metode STORET, Indeks Pencemaran, dan CCME-WQI di Sungai Metro Kota Malang, Jawa Timur Pradsindra Amyrtha Swandani; Emma Yuliani; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.066

Abstract

Abstrak: Sungai Metro Kota Malang banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan air baku bagi rumah tangga, industri, peternakan, irigasi, dan rekreasi. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui status mutu air Sungai Metro Kota Malang pada tahun 2017-2021. Data kualitas air diambil pada 3 titik pemantauan yang kemudian akan dianalisis dengan Metode STORET, Indeks Pencemaran, dan CCME-WQI. Parameter yang digunakan adalah temperatur, TDS, TSS, pH, BOD, COD, DO, NO3-N, NO2-N, total fosfat, dan total coliform. Hasil analisis menggunakan Metode STORET pada bagian hulu 25% cemar sedang dan 75% cemar berat. Bagian tengah 20% cemar ringan dan 80% cemar berat. Bagian hilir 60% cemar sedang dan 40% cemar berat. Metode Indeks Pencemaran pada bagian hulu dan tengah 80% cemar ringan dan 20% cemar sedang. Bagian hilir 100% cemar ringan. Sedangkan dengan Metode CCME-WQI pada bagian hulu 20% baik, 40% cukup, 20% kurang, dan 20% buruk. Bagian tengah 40% baik dan 60% kurang. Bagian hilir 60% baik, 20% kurang, dan 20% buruk. Adapun hasil analisis status mutu air selama 5 tahun, pencemaran terbesar terjadi pada bagian hulu yaitu pada Jembatan Joyogrand. Serta penyebab terbesar tercemarnya Sungai Metro Kota Malang adalah tingginya kandungan BOD dan NO2-N karena banyaknya limbah organik, aktivitas masyarakat, dan kegiatan pertanian di sekitar sungai.
Studi Limpasan Permukaan Akibat Hujan Dengan Angin Menggunakan Rainfall Simulator Untuk Penilaian Erosi Nabila Aulia Zahira, Nabila Aulia Zahira; Jadfan Sidqi Fidari; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.013

Abstract

Erosi tanah adalah isu lingkungan yang penting dengan dampak negatif pada produktivitas pertanian dan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk menilai limpasan permukaan dan erosi tanah akibat pengaruh angin dengan menggunakan rainfall simulator. Penelitian ini berfokus pada pemahaman interaksi dinamis antara kecepatan angin, intensitas curah hujan, dan pola limpasan permukaan yang dihasilkan. Serangkaian percobaan simulasi hujan dilakukan dalam kondisi terkontrol, dengan kecepatan angin yang konstan dan menggunakan 3 variasi intensitas hujan yaitu 1 liter/menit, 1.5 liter/menit, dan 2 liter/menit. Pada penelitian ini dilakukan analisa perbandingan hasil perhitungan erosi menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation), Erosi outlet, dan Erosi pada sebaran grid. Penelitian ini disertai penempatan grid untuk mengetahui secara lebih rinci sebaran permukaan tanah yang terkena erosi dalam penelitian. Perhitungan erosi menggunakan 3 pendekatan tersebut dilakukan untuk memperoleh estimasi erosi pada setiap pendekatan yang dilakukan. Hasil perhitungan menunjukkan perbedaan yang kecil antara erosi usle, erosi grid, dan erosi outlet. Selain itu, analisa pengaruh angin menunjukkan bahwa angin memiliki dampak signifikan pada proses limpasan permukaan dan erosi tanah. Angin dapat meningkatkan transportasi dan pelepasan partikel tanah, sehingga meningkatkan produksi sedimen. Selain itu, angin mempengaruhi distribusi sebaran percikan hujan yang terjadi.
Pengaruh Erosi Menggunakan Klasifikasi Struktur Tanah Dengan Menggunakan Alat Rainfall Simulator Fitria, Renisa Rismaya; Jadfan Sidqi Fidari; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.032

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang terjadi di banyak dataran tinggi di Indonesia, permasalahan tersebut adalah erosi. Dari beberapa faktor, faktor yang pertama menyebabkan terjadinya erosi adalah jenis tanah. Pada penelitian yang dilakukan ini, menggunakan tanah yang berada di daerah Junrejo, Batu, Kabupaten Malang. Di dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas hujan dengan erosivitas, pengaruh tekstur tanah yang ada di daerah Junrejo terhadap erodibilitas, serta besar laju erosi dengan menggunakan Metode USLE di alat rainfall simulator. Pada penelitian yang dilakukan ini, digunakan 3 variasi intensitas hujan yakni Intensitas 1 liter/menit, 1,5 liter/menit, 2 liter/menit dengan menggunakan kemiringan 5%. Hasil dari penelitian ini, bahwa intesitas hujan dan erosivitas menghasilkan koefisien determinasi R2 = 0,999, yang artinya bahwa intensitas hujan mempengaruhi erosivitas sebesar 99,9%. Hubungan antara struktur tanah dengan erodibilitas menghasilkan nilai K yang sama, yaitu K = 0,232. Dan pada metode USLE perhitungan erosi menghasilkan nilai dengan intensitas 1 liter/menit yaitu 0,232 ton/ha/thn, pada intensitas 1,5 liter/menit sebesar 0,514 ton/ha/thn, dan pada intensitas 2 liter/menit menghasilkan nilai 0.814 ton/ha/thn.
Perencanaan Sistem Distribusi Air Baku Pada Desa Kelubaq Kecamatan Tering Kabupaten Kutai Barat Abi Aulia Yanottama; Riyanto Haribowo; M. Amar Sajali
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.014

Abstract

Desa Kelubaq terletak di wilayah administrasi Kecamatan Tering Kabupaten Kutai Barat. Dalam memenuhi kebutuhan air nya, masyarakat sekitar masih bergantung dari Sungai Mahakam sebagai pemasok utama dan juga air tanah dari sumur galian, namun masih belum terdapat jaringan distribusi air baku pada daerah tersebut. Dengan demikian, perlu dilakukan perencanaan sistem distribusi air baku untuk dapat memudahkan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan air baku setiap harinya. Dalam perencanaan sistem jaringan air baku, dilakukan dengan software WaterCad V8i untuk mempermudah dalam proses analisa hidrolika di dalam pipa, sedangkan untuk perhitungan anggaran biaya dan analisa ekonomi dilakukan secara manual. Kriteria analisa hidrolis mengacu kepada Permen PUPR No. 18/PRT/M/2007, sedangkan untuk perhitungan anggaran biaya mengacu dari Permen PUPR No. 28/PRT/M/2016. Hasil rancangan ini menyatakan besaran kecepatan dengan nilai 0,10 – 1,05 m/dt, headloss gardient sebesar 0,02 – 12,92 m/km, dan tekanan sebesar 3,5 – 9,8 atm. Total anggaran biaya yang harus dikeluarkan Rp. 258,952,000.00 dengan penetapan harga air sebesar Rp. 2,499.89/m3.
Studi Penentuan IPAL Komunal yang Berpengaruh Signifikan Terhadap Kualitas Air Sungai Bengawan Solo Kota Surakarta Linda Dian Paramita; Rini Wahyu Sayekti; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.027

Abstract

Sungai Bengawan Solo mengalir melintasi dua provinsi yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur yang memiliki jumlah penduduk yang cukup tinggi. Hal tersebut berdampak pada meningkatnya kebutuhan jumlah air bersih yang dikonsumsi dan mengakibatkan adanya peningkatan jumlah air limbah. Kota Surakarta menjadi salah satu daerah yang dilalui oleh aliran Sungai Bengawan Solo dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Penanganan air limbah di Kota Surakarta dominan menggunakan sistem on-site dan salahsatunya yaitu IPAL komunal. Daerah studi di sepanjang aliran sungai terdapat 6 IPAL komunal yang tersebar di daerah padat penduduk. Studi ini menggunakan analisis linear berganda metode langkah maju (Forward Selection). Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan IPAL komunal yang mempengaruhi kualitas sungai Bengawan Solo mulai Stasiun Semanggi (Jembatan Semanggi-Nusupan) hingga Stasiun Jurug (Jembatan Jurug) diantaranya parameter BOD oleh TPL 1, TPL 2, dan TPL 5 sebesar 87,5%, parameter COD dipengaruhi TPL 1, TPL 2, dan TPL 3 sebesar 91,2%, parameter TSS dipengaruhi TPL 4 dan TPL 6 sebesar 64%, dan parameter Total Coliform dipengaruhi oleh TPL 1, TPL 2, TPL 5, dan TPL 6 sebesar 98%.
Rainwater Quality Improvement Model as an Alternative Source for Drinking Water in Mojoagung District, Jombang Regency Galih M Fatian; Hari Siswoyo; Riyanto Haribowo
Civil and Environmental Science Journal (CIVENSE) Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.civense.2022.00502.1

Abstract

Water is a basic need for humans, yet often the quality and quantity become cronstrained as happened in Mojoagung District, Jombang Regency. During the dry season, the potential for water reserves available for use is rainwater that has been stored. Based on laboratory tests, the quality of the stored rainwater is below the quality standard due to its high KMnO4 (Calium Permanganate) content. Hence we need a simple filter to improve the water quality. Researchers have conducted experiments with the filter composition of zeolite, activated charcoal, activated sand, sterile cotton, and aquarium filter. The results of the filtration process showed a significant decrease in potassium permanganate. The filtration results from the filter with the composition of zeolite, activated charcoal, activated sand, sterile cotton, and an aquarium filter sequentially 5 cm, 10 cm, 15 cm, 4 cm, and 2 cm succeeded in reducing potassium permanganate levels from 11.73 to an average of 2.12 mg. /l. The best filter due to experimental activities will be integrated with rainwater harvesting structure system which has been discussed along with related social community and stakeholders.
Perencanaan Sistem Distribusi Air Bersih Di Dusun Gondang Rejo Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang Zakariya, Ahmad Fatah; Riyanto Haribowo; Evi Nur Cahya
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.105

Abstract

Distribusi air merupakan hal yang sangat krusial dalam pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Oleh karena itu, agar pendistribusian air dapat berjalan dengan baik, diperlukan suatu sistem yaitu dengan jaringan pipa. Salah satu daerah yang memerlukan pendistribusian air bersih secara sistematis yaitu Kecamatan Donomuljo Kabupaten Malang. Meninjau permasalahan yang ada di daerah studi, maka diperlukan perencanaan sistem distribusi air bersih yang efisien. Studi ini mengambil sumber air yang berasal dari Gua Sengik dengan jarak kurang lebih lima kilometer dari pemukiman terdekat. Gua Sengik memiliki debit air yang cukup tinggi, yaitu 30,2 lt/dt. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan kebutuhan air rerata sebesar 1,023 lt/dt pada daerah layanan dengan total penduduk hasil proyeksi pada tahun 2042 sebanyak 1072 jiwa. Kebutuhan air harian maksimum sebesar 1,60 L/dt dan kebutuhan rerata sebesar 1,18 lt/dt dengan kehilangan air sebesar 20%. RAB yang dibutuhkan untuk merencanakan distribusi air bersih di Dusun Gondang Rejo Kecamatan Donomuljo Kabupaten Malang sebesar Rp 2.261.237.356,73. Kemudian analisis yang dilakukan pada studi ini menggunakan parameter BCR, NPV, IRR, dan analisis sensitivitas. Berdasarkan perhitungan parameter diperoleh hasil yang layak terhadap semua parameter ekonomi.