Industri Tahu JNT yang berlokasi di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sehingga limbah cair hasil proses produksi dibuang langsung ke badan air tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Kondisi ini berpotensi mencemari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas limbah cair tahu, menghitung debit limbah, serta merencanakan IPAL yang sesuai dengan karakteristik limbah tersebut. Data diperoleh melalui pengujian kualitas limbah berdasarkan parameter BOD, COD, TSS dan pH, serta pengukuran debit selama tiga hari pada jam operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter melebihi baku mutu yang berlaku. Dengan perencanaan IPAL menggunakan sistem biofilter anaerobik-aerobik, kualitas effluent diperkirakan dapat memenuhi standar baku mutu yang berlaku. Perencanaan ini memerlukan biaya pembangunan IPAL sebesar ±Rp 124.300.000,00.
Copyrights © 2026