Salah satu daerah yang mengalami dampak banjir yaitu pada Sungai Muzoi. Saat ini, kondisi Sungai Muzoi telah mencapai titik kritis, di mana kapasitasnya tidak lagi memadai untuk menampung debit air yang meningkat selama musim hujan. Penelitian ini bertujuan merencanakan pengendalian banjir menggunakan tanggul sebagai solusi struktural. Metode yang digunakan meliputi analisis hidrologi berdasarkan Permen PU No. 12 Tahun 2014 dan pemodelan hidraulik dengan HEC-RAS. Debit banjir dihitung menggunakan distribusi Log Pearson Type III dan Hidrograf Satuan Sintesis Nakayasu, dengan kala ulang Q1, Q25, dan Q50. Hasil pemodelan menunjukkan tinggi genangan berkisar antara 8,3 hingga 8,6 meter, lebih rendah dibanding data historis berkisar antara 8,863 - 9,000 meter. Pada wilayah Faruo, tanggul direncanakan dibangun di sisi kanan dan sisi kiri sungai, dimulai dari patok 214 hingga patok 197 sisi kanan dan kiri dengan menyesuaikan dengan lokasi rawan genangan berdasarkan hasil pemodelan. Sementara itu, di wilayah Totoi, pembangunan tanggul dilakukan di kedua sisi sungai, tepatnya pada patok 147 hingga patok 129 sisi kanan dan sisi kiri, karena wilayah ini merupakan kawasan pemukiman padat yang rentan terdampak banjir. Debit rencana tercatat sebesar 429,37 m³/det (Q1th), 1.107,94 m³/det (Q25th), dan 1.248,94 m³/det (Q50th).
Copyrights © 2026