Abstrak. Self harm adalah suatu bentuk perilaku yang dilakukan individu untuk mengatasi tekanan emosional atau rasa sakit secara emosional dengan cara menyakiti dan merugikan diri sendiri tanpa bermaksud untuk melakukan bunuh diri. Tujuan kegiatan psikoedukasi ini adalah membangun awareness yang dimulai dengan mengenali definisi dan gejala-gejala perilaku self harm, faktor penyebab, dan cara pencegahan maupun penanggulangan. Metode yang digunakan dalam psikoedukasi ini adalah metode psikoedukasi dengan pendekatan Health Belief Model dengan dimensi perceived benefits. Sasaran psikoedukasi ini adalah remaja akhir pengguna sosial media Instagram. Tahapan dalam psikoedukasi ini adalah need assessment, pemberian pre-test, pembuatan materi psikoedukasi dengan video animasi, penyebaran materi psikoedukasi dengan video animasi, dan pemberian post-test. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji paired sample t-test dengan menggunakan program SPSS versi 25. Hasil dari kegiatan psikoedukasi ini menunjukkan bahwa video psikoedukasi telah memberikan materi yang informatif, mampu menyadarkan pentingnya menyayangi diri sendiri serta bahayanya melukai diri sendiri. Orang-orang yang sebelumnya telah melukai diri sendiri memiliki niat dan usaha untuk berhenti melakukan hal tersebut. Berdasarkan uji paired sample t-test dengan hasil 0,000<0,05 dapat diartikan bahwa ada perbedaan antara hasil pre-test dengan post-test. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari sebelum dan sesudah kegiatan psikoedukasi self harm pada remaja akhir pengguna sosial media Instagram.Kata Kunci: Psikoedukasi; Self Harm; Remaja; Media Sosial; Health Belief Model
Copyrights © 2025