Lanjut usia (Lansia) bukan suatu penyakit, namun merupakan tahap lanjut dari suatu proses kehidupan yang ditandai dengan penurunan kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan stress lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas senam otak (Brain Gym) dalam menurunkan tingkat kecemasan pada individu yang memasuki usia lanjut (pra-lansia dan lansia awal) di Kabupaten Deli Serdang, dengan mempertimbangkan aspek psikologis dan fisiologis yang mendasari kecemasan pada masa transisi menuju usia lanjut berdasarkan teori kecemasan geriatrik. Dalam konteks lansia, Senam otak menawarkan intervensi yang aman, non-invasif, murah, dan dapat dilakukan secara mandiri atau berkelompok. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa latihan Senam Otak secara rutin mampu menurunkan gejala kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, dan memperbaiki kesejahteraan psikologis pada populasi usia lanjut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian pretest postest control group. Populasi dalam penelitian ini dilakukan di dua Desa Perdamean dan Tanjung Mowara B Kabupaten Deli Serdang sebanyak 48 orang. Sampel dipilih dengan menggunakan total sampling yaitu 48 orang. Dimana sampel sebanyak 48 orang ialah sampel yang mengikuti sekolah lansia yang ada di Desa. Adapun alat tes yang digunakan dalam mengukur kecemasan lansia yaitu menggunakan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). Berdasarkan pengukuran menggunakan alat tes tersebut dan dilakukan analisis uji normalitas yang menghasilkan data distribusi normal. Hasil yang didapat dalam penelitian ini menemukan bahwa adanya perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dimana berdasarkan nilai yang diperoleh setelah data dianalisis, sehingga dinyatakan ada pengaruh melakukan senam otak (Brain gym) terhadap Generalized Anxiety Disorder pada usia lanjut.
Copyrights © 2025