Penelitian ini mengkaji strategi coping individu dalam menghadapi peralihan profesi akibat perubahan fungsi lahan dari pertanian ke Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) di Semarang. Pembangunan industri yang mendorong investasi dan lapangan kerja juga menimbulkan dampak sosial, ekonomi, dan psikologis bagi warga sekitar. Para petani beralih profesi menjadi buruh industri atau pekerja informal karena berkurangnya lahan dan ketidakstabilan hasil panen. Dengan pendekatan kualitatif eksploratif dan wawancara mendalam terhadap dua partisipan terdampak, ditemukan dua strategi coping utama: problem-focused coping (mencari pekerjaan baru dan informasi) dan emotion-focused coping (spiritualitas dan dukungan sosial). Industrialisasi membawa penghasilan rutin namun juga kecemasan akan masa depan dan hilangnya identitas agraris. Spiritualitas dan penerimaan diri menjadi kunci adaptasi psikologis, namun dominasi emotion-focused coping tanpa dukungan sistemik berpotensi menyebabkan stagnasi sosial. Penelitian ini menyoroti pentingnya pemahaman holistik dan rekomendasi studi lanjut dengan sampel lebih luas serta peran pemerintah dalam mendukung kesejahteraan warga.
Copyrights © 2025