Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jarak mata parut terhadap tingkat getaran pada mesin pemarut kelapa yang menggunakan dinamo listrik berdaya 125 watt sebagai penggerak utamanya. Getaran pada mesin pemarut berpengaruh terhadap kenyamanan operator, efisiensi energi, serta umur pakai komponen mesin. Variasi jarak mata parut yang diuji adalah 1 mm, 2 mm, dan 3 mm. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat ukur getaran (vibration meter) pada kecepatan putar 2800 rpm dan massa kelapa sebesar 500 gram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa jarak mata parut 1 mm menghasilkan getaran tertinggi dengan percepatan rata-rata 75 mm/s², sedangkan jarak 3 mm menghasilkan getaran terendah dengan percepatan rata-rata 36 mm/s². Jarak 2 mm menghasilkan getaran yang relatif stabil serta hasil parutan yang masih halus. Dengan demikian, jarak mata parut 2 mm dinilai paling optimal karena mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas mesin dan kualitas hasil parutan. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam pengembangan desain mesin pemarut kelapa yang lebih efisien, nyaman digunakan, dan hemat energi.
Copyrights © 2025