Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya guru dalam mengatasi kesulitan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) pada siswa kelas III MI NW Lenek Lauk. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 35% siswa mengalami kesulitan mengenali huruf, 40% dalam menulis struktur kalimat, dan 30% dalam operasi matematika dasar. Guru telah menerapkan berbagai strategi efektif seperti pembelajaran remedial, penggunaan media visual, metode bermain sambil belajar, dan pendekatan individual, yang terbukti meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan. Namun, implementasi strategi ini menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu pembelajaran (hanya 35 menit per sesi), rendahnya partisipasi orang tua (hanya 40% yang aktif mendampingi), serta minimnya alat peraga edukatif. Temuan penelitian ini memperkuat pentingnya pendekatan multimodal dalam pembelajaran calistung sesuai dengan teori perkembangan literasi dan numerasi anak. Penelitian merekomendasikan perlunya peningkatan alokasi waktu pembelajaran, pengembangan media belajar inovatif, pelatihan guru dalam teknik pembelajaran diferensiasi, serta penguatan kolaborasi dengan orang tua melalui program parenting khusus. Implikasi penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan model pembelajaran calistung yang lebih holistik dengan mempertimbangkan aspek pedagogis, sarana prasarana, dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan pendidikan
Copyrights © 2025