Gagal jantung merupakan suatu masalah kesehatan yang sifatnya progresif dengan angka morbilitas dan mortalitas yang tinggi di negara maju maupun negara berkembang termasuk Indonesia. Interaksi obat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi respon tubuh terhadap pengobatan. Interaksi obat dianggap penting secara klinis jika berakibat meningkatkan toksisitas dan atau mengurangi efektifitas obat yang berinteraksi sehingga terjadi perubahan pada efek terapi.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian restropektif-deskriptif dengan rancangan studi kasus. Penelitian restrofektif-deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau memaparkan tentang Interaksi Obat pada pasien Gagal Jantung Kongestif dengan penurunan curah jantung di RSU Sembiring Deli Tua. Deskripsi dilakukan secara sistematis dan lebih menekankan pada data faktual dari pada penyimpulan. Uji statistik yang akan digunakan adalah uji chi-squareHasil penelitian menunjukkan pasien yang mengalami gagal jantung mengalami interaksi obat saat penggunaan obat jantung. Pasien yang mengalami interaksi obat sebanyak 30 orang (75%) dan yang tidak mengalami interaksi obat 10 orang (25%). Pasien ada yang mempunyai penyakit komorbid dan ada yang hanya gagal jantung. Penderita gagal jantung 15 orang (37,5%), gagal jantung dan 1 penyakit komorbid 16 orang (40%), gagal jantung dan 2 penyakit komorbid 6 orang (15%) dan gagal jantung dengan 3 penyakit komorbid 3 orang (7,5%) Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya interaksi obat pasien gagal jantung karena adanya lebih dari 1 obat yang dikonsumsi.
Copyrights © 2025