Stroke merupakan gangguan fungsi saraf yang terjadi akibat terganggunya aliran darah ke otak. Pada lansia, stroke sering kali disertai dengan penurunan fungsi neurologis, sensoris, dan sistem muskuloskeletal yang menyebabkan berkurangnya keseimbangan tubuh, melemahnya koordinasi otot, serta berkurangnya kemampuan motorik, yang dapat meningkatkan risiko jatuh. Risiko jatuh pada lansia menjadi perhatian utama karena dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti patah tulang, imobilisasi berkepanjangan. Untuk mengurangi risiko jatuh, diperlukan intervensi yang tepat. Salah satu latihan yang terbukti efektif adalah latihan tandem walking, yaitu berjalan lurus dengan menyusun tumit kaki yang satu tepat di depan ujung jari kaki yang lain secara bergantian. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas latihan tandem walking dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia pasca-stroke. Instrumen yang digunakan dalam evaluasi adalah Timed Up and Go (TuG) dan Morse Fall Scale (MFS), yang keduanya merupakan alat ukur standar untuk menilai risiko jatuh dan performa mobilitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan positif dalam kemampuan menjaga keseimbangan klien setelah diberikan intervensi berupa latihan berjalan tandem. Selain itu, kegiatan ini juga disertai dengan pemberian edukasi kesehatan kepada klien mengenai kondisi stroke yang dialami, serta cara-cara pencegahan jatuh yang sederhana namun efektif. Kesimpulannya latihan tandem walking merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan keseimbangan dan menurunkan risiko jatuh pada lansia, khususnya mereka yang memiliki riwayat stroke.
Copyrights © 2025