Sejak pergantian abad, kemajuan teknologi seluler telah mendorong interaksi daring, termasuk dalam pemerintahan. Di Indonesia, media sosial menjadi inovasi penting dalam tata kelola pemerintahan karena memungkinkan partisipasi publik secara langsung. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas penggunaan Instagram oleh Diskominfo Kota Palembang dalam meningkatkan pelayanan publik, dengan metode kualitatif melalui studi literatur. Data diambil dari unggahan Instagram dan situs resmi, dianalisis menggunakan teori efektivitas organisasi Gibson, Ivancevich, dan Donnelly. Hasilnya, meskipun konten telah diproduksi secara rutin dan informasi publik tersampaikan dengan lebih transparan, interaksi dan keterlibatan masyarakat masih perlu ditingkatkan. Diperlukan strategi yang lebih baik untuk mengoptimalkan peran media sosial dalam mendukung pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan. Since the turn of the century, advances in mobile technology have driven bold interactions, including in government. In Indonesia, social media has become an important innovation in government governance because it allows direct public participation. This research is the effectiveness of the use of Instagram by the Palembang City Diskominfo in improving public services, using qualitative methods through literature studies. Data was taken from Instagram posts and official websites, analyzed using Gibson, Ivancevich, and Donnelly's organizational effectiveness theory. As a result, even though content has been produced regularly and public information is conveyed more transparently, public engagement and interaction still needs to be improved. A better strategy is needed to optimize the role of social media in supporting public services and government governance.
Copyrights © 2025