Peristiwa bencana alam bisa terjadi kapan saja, terutama daerah tertentu yang sudah diketahui memiliki risiko bencana alam. Sekolah SD Muhammadiyah 9 Bahari Surabaya terletak di wilayah pesisir yang rawan mengalami banjir dan tsunami. Selain itu rendahnya kesiapsiagaan siswa, dan belum optimalnya penerapan prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di sekolah menjadi masalah utama yang perlu diatasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan self-efficacy siswa terhadap kesiapsiagaan bencana melalui alat virtual reality (VR). Metodologi Kegiatan dilakukan pada bulan Juli–Agustus 2025 dengan melibatkan 30 siswa SD Muhammadiyah 9 Bahari Surabaya. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, praktik simulasi menggunakan VR, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap tingkat pengetahuan dan self-efficacy siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan dan self-efficacy. Sebelum intervensi, mayoritas siswa berada pada kategori pengetahuan rendah (66,7%) dan self-efficacy rendah (70%). Setelah pelaksanaan kegiatan, pengetahuan siswa meningkat pada kategori tinggi (80%) dan self-efficacy tinggi mencapai (76,7%). Penggunaan media Virtual Reality dalam edukasi kebencanaan dan K3 terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan self-efficacy siswa, sekaligus membentuk sikap tanggap darurat dan budaya aman sejak dini.
Copyrights © 2025