Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif gaya bahasa dan kedalaman makna dalam terjemahan novel Al-Ajnīḥah Al-Mutakassirah karya Kahlil Gibran antara terjemahan ahli (Sapardi Djoko Damono) dan AI (Quillbot). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan komparatif. Data penelitian berupa lima belas data yang dipilih secara purposive, mencakup gaya bahasa metafora, simile, dan personifikasi, serta dimensi kedalaman makna. Dari keseluruhan data, tiga data yang mewakili masing-masing kategori dianalisis secara mendalam untuk memperlihatkan perbedaan makna dan efek puitis antara kedua versi terjemahan. Analisis dilakukan berdasarkan teori dynamic equivalence Nida dan Taber (1982) dan semantik Leech (2014), dengan penilaian dua pakar menggunakan skala Likert (Likert, 1932). Hasil menunjukkan bahwa terjemahan manusia lebih unggul dalam mempertahankan nilai puitis, simbolik, dan spiritual, sedangkan terjemahan AI cenderung literal dan kehilangan lapisan makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjemahan ahli lebih mampu mempertahankan penggunaan gaya bahasa dan kedalaman makna dibandingkan terjemahan Quillbot. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat pemahaman mengenai perbedaan terjemahan ahli dan terjemahan Quillbot.
Copyrights © 2025