Kemampuan pemecahan masalah penting dalam pembelajaran IPA agar siswa mampu memahami persoalan terkait konsep IPA, sehingga perlu melatih cara berpikir sistematis salah satunya melalui pendekatan computational thinking. Computational thinking merupakan pendekatan berpikir sistematis yang meliputi dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. Sistem pernapasan merupakan materi IPA yang bersifat abstrak dan tergolong rumit karena melibatkan pemahaman konsep organ, mekanisme, serta gangguan sistem pernapasan, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah yang bersifat aplikatif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan pendekatan computational thinking (CT) dalam pembelajaran IPA terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi sistem pernapasan. Metode penelitian ini adalah quasi-eksperimen dengan nonequivalent control group design. Subjek penelitian siswa kelas VIII SMPN 2 Gebog. Instrumen yang digunakan berupa soal tes dengan indikator kemampuan pemecahan masalah. Analisis data melalui uji normalitas, homogenesitas, paired sample t-test, independent sample t-test dan N-Gain score. Pada uji paired sample t-test hasilnya menunjukkan signifikansi (<0,001) kurang dari 0,05 artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan setelah diterapkan pendekatan computational thinking. Rata-rata nilai pretest dan posttest kelas eksperimen sebesar 71 dan 81. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan computational thinking dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran IPA, khususnya pada materi sistem pernapasan.
Copyrights © 2025