Penelitian ini menganalisis perjuangan kesetaraan gender dalam novel Kartini karya Abidah El Khalieqy melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Sara Mills. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkap bagaimana tokoh Kartini bereaksi sebagai subjek dan objek terhadap wacana dominan adat, budaya, dan pendidikan yang hegemonik, serta bagaimana bahasa berfungsi sebagai alat ideologis dalam perlawanan tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan fokus pada analisis teks naratif dan dialog dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kartini melakukan transisi diskursif dari objek pasif menjadi subjek yang berdaulat lewat ekspresi linguistik berupa metafora dan ironi dalam ranah adat/budaya, serta pernyataan lugas dalam ranah pendidikan. Studi ini menyimpulkan bahwa sastra merupakan arena pertarungan wacana dan memberikan kontribusi signifikan bagi kajian sastra feminis dan analisis wacana di Indonesia.
Copyrights © 2025