Pertumbuhan e-commerce di Indonesia dalam lima tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan, dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp1.100 triliun pada tahun 2023. Lonjakan ini sejalan dengan perubahan perilaku konsumsi akibat pandemi COVID-19, yang mendorong mahasiswa sebagai pengguna aktif e-commerce menjadi lebih rentan terhadap perilaku pembelian impulsif. Pembelian impulsif sering kali dipengaruhi oleh faktor emosional dan psikologis individu, salah satunya adalah kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap perilaku pembelian impulsif pada mahasiswa pengguna e-commerce. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei menggunakan kuesioner terhadap sejumlah mahasiswa aktif. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linier sederhana untuk melihat seberapa besar pengaruh kecerdasan emosional terhadap pembelian impulsif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku pembelian impulsif, di mana semakin tinggi tingkat kecerdasan emosional mahasiswa, semakin rendah kecenderungan mereka melakukan pembelian impulsif di platform e-commerce. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kecerdasan emosional sebagai bentuk pengendalian diri dalam menghadapi stimulus digital, serta memberikan implikasi praktis bagi pengembangan literasi emosional dan finansial di kalangan mahasiswa.
Copyrights © 2025