Mahasiswa tingkat akhir sering mengalami tekanan akademik yang tinggi selama proses penyusunan skripsi, yang dapat menimbulkan stres dan memicu breakout (jerawat) sebagai respons fisiologis terhadap tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi mahasiswa perempuan terhadap stres dan breakout selama penyusunan skripsi serta makna subjektif yang mereka berikan terhadap pengalaman tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologis, melibatkan 3 mahasiswa perempuan tingkat akhir Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi terstruktur dan observasi nonpartisipan, lalu dianalisis berdasarkan tema yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres akademik dialami sebagai tekanan psikologis kompleks yang berkontribusi terhadap munculnya breakout. Kondisi tersebut menciptakan siklus negatif antara stres dan penurunan kepercayaan diri. Temuan ini menekankan pentingnya dukungan psikologis dan fisik bagi mahasiswa perempuan tingkat akhir.
Copyrights © 2025