Penelitian ini bertujuan menganalisis ketahanan masyarakat Kampung Aur terhadap banjir yang terjadi setiap tahun akibat luapan Sungai Deli. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan masyarakat terbentuk dari modal sosial yang kuat, solidaritas komunal, serta adaptasi berbasis pengalaman seperti pemantauan sungai, penggunaan sistem peringatan dini komunitas, dan gotong royong pasca-banjir. Namun, ketahanan struktural masih rendah karena buruknya drainase, kondisi bantaran sungai yang tidak tertata, serta minimnya intervensi jangka panjang pemerintah. Penelitian menegaskan perlunya integrasi resiliensi berbasis komunitas dengan kebijakan penataan kota untuk menurunkan risiko banjir secara berkelanjutan
Copyrights © 2025