M. Ridha Syafi’I Damanaik
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KETAHANAN MASYARAKAT KAMPUNG AUR TERHADAP BENCANA BANJIR: UPAYA RESILIENCE DI WILAYAH PERKOTAAN RAWAN BENCANA Harahap, Asih Ester E.G; Anju Diah Natalia Panjaitan; Farhan Fauzan Ahdaputra; Lasmauli T.G Marpaung; M. Ridha Syafi’I Damanaik; Elsa Kardiana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis ketahanan masyarakat Kampung Aur terhadap banjir yang terjadi setiap tahun akibat luapan Sungai Deli. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan masyarakat terbentuk dari modal sosial yang kuat, solidaritas komunal, serta adaptasi berbasis pengalaman seperti pemantauan sungai, penggunaan sistem peringatan dini komunitas, dan gotong royong pasca-banjir. Namun, ketahanan struktural masih rendah karena buruknya drainase, kondisi bantaran sungai yang tidak tertata, serta minimnya intervensi jangka panjang pemerintah. Penelitian menegaskan perlunya integrasi resiliensi berbasis komunitas dengan kebijakan penataan kota untuk menurunkan risiko banjir secara berkelanjutan
PEMETAAN POTENSI KEKERINGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (GIS) UNTUK MENENTUKAN SISTEM PERTANIAN DI KABUPATEN SAMOSIR PROVINSI SUMATERA UTARA Widya Ningsih; Joey Athana Sembiring; Anas Fela Naibaho; M. Ridha Syafi’I Damanaik; Elsa Kardiana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi kekeringan di Kabupaten Samosir dan menentukan sistem pertanian yang sesuai berdasarkan kondisi biofisik wilayah. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan mengolah tiga parameter utama, yaitu curah hujan, kemiringan lereng, dan jenis tanah. Data ketiga parameter tersebut diklasifikasikan dan dioverlay untuk menghasilkan peta zonasi potensi kekeringan. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga tingkat kerawanan, yaitu sangat rawan, rawan, dan tidak rawan kekeringan. Zona sangat rawan dan rawan umumnya berada di kawasan perbukitan tengah dan barat yang memiliki curah hujan rendah, lereng curam, serta tanah bertekstur kasar sehingga daya simpan air sangat terbatas. Zona kerawanan sedang tersebar pada wilayah dengan curah hujan menengah dan topografi yang tidak terlalu terjal. Sementara itu, zona tidak rawan berada di wilayah yang memiliki curah hujan tinggi, tanah subur, dan kemiringan landai. Berdasarkan hasil zonasi, rekomendasi sistem pertanian disusun mengacu pada teori Widodo (2014). Zona sangat rawan–rawan direkomendasikan untuk sistem ladang dan tegal pekarangan, zona sedang untuk sistem ladang campuran dan tegal pekarangan intensif, sedangkan zona tidak rawan cocok untuk sistem sawah dan perkebunan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan pertanian adaptif untuk meningkatkan ketahanan pangan dan meminimalkan dampak kekeringan di Kabupaten Samosir