Penelitian ini bertujuan menelaah efektivitas integrasi konsep Green Economy dalam pembelajaran ekonomi guna meningkatkan pengetahuan dan perilaku berkelanjutan siswa SMPN 13 Bontoa. Menggunakan desain mixed-method, penelitian ini melibatkan 60 siswa kelas VIII yang dipilih melalui cluster random sampling, terdiri atas 30 siswa kelas eksperimen dan 30 siswa pada kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes pengetahuan Green Economy (20 butir), angket perilaku berkelanjutan (20 item Likert), observasi sistematis, serta wawancara mendalam dengan guru dan 10 siswa. Hasil kuantitatif menunjukkan bahwa kelas eksperimen mengalami peningkatan signifikan, dengan skor pengetahuan naik dari 55,3 menjadi 83,1 (gain 27,8; t = 12,41; p = 0,000), sedangkan kelas kontrol hanya meningkat dari 54,8 menjadi 67,2 (gain 12,4; t = 4,87; p = 0,001). Uji independent t-test mengonfirmasi perbedaan bermakna pada hasil posttest antara kedua kelompok (t = 6,07; p = 0,000). Peningkatan perilaku berkelanjutan pada kelas eksperimen juga lebih menonjol, dari skor 2,97 menjadi 4,35, sementara kelas kontrol hanya mencapai 3,37. Temuan kualitatif mengindikasikan bahwa penggunaan proyek “Local Environmental Risk Mapping”, audit energi, dan studi kasus berbasis konteks lokal memperkuat keterlibatan, pemahaman konseptual, dan kesadaran ekologis siswa. Secara keseluruhan, integrasi Green Economy terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan literasi keberlanjutan dan pembentukan perilaku ekologis pada peserta didik, terutama pada lingkungan pendidikan yang menghadapi kerentanan ekologis.
Copyrights © 2025