Penelitian ini menggambarkan model komunikasi organisasi yang mendukung inovasi pengajaran di Tritech School, Medan. Pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan kepala sekolah dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa komunikasi dua arah merupakan landasan utama keberhasilan penyampaian program dan pengembangan inovasi pembelajaran. Kepala sekolah membuka sistem komunikasi horizontal dan vertikal menggunakan berbagai media: pertemuan tatap muka, WhatsApp Group, dan media sosial sekolah. Ini menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif tidak hanya memastikan bahwa informasi program didistribusikan secara merata kepada guru, staf, siswa, dan orang tua; Namun komunikasi yang baik tersebut juga mengajak keterlibatan seluruh anggota sekolah untuk mengambil bagian dalam proses inovasi pembelajaran, seperti satu siswa dengan satu laptop, penggunaan media digital, dan pembelajaran berbasis proyek. Hambatan komunikasi umumnya muncul karena faktor individu, seperti kurangnya kesadaran akan informasi; Untuk mengatasi hambatan ini, pendekatan persuasif perlu diadopsi bersama dengan mekanisme pengingat secara bertahap. Evaluasi efektivitas diamati dari keberhasilan pelaksanaan program di lapangan. Secara keseluruhan, model komunikasi organisasi yang diterapkan di Tritech School menunjukkan potensi yang signifikan untuk menciptakan budaya inovasi pengajaran yang adaptif, terbuka, dan kolaboratif.
Copyrights © 2025