Penelitian ini merupakan tinjauan Sitematic Review yang mengeksplorasi konvergensi metode digital dan tradisional dalam etnomusikologi serta dampaknya terhadap kerangka epistemologis. Dengan menggunakan pendekatan epistemologi Bayesian subjektif, studi ini menunjukkan bahwa paradigma komputasional dan kritis memiliki prior beliefs yang kuat dan sering kali saling menolak. Ketegangan ini menjelaskan mengapa data yang sama dapat ditafsirkan secara berbeda dan mengapa ketidakadilan epistemik seperti testimonial dan hermeneutic injustice terus terjadi.Temuan utama mengidentifikasi empat bentuk kebijaksanaan yang muncul dari interaksi digital-tradisional: (1) Objektivitas Kontekstual, di mana algoritma mulai dirancang untuk menghargai konteks budaya lokal; (2) Kerendahan Hati Teknologis, saat peneliti komputasional mulai menempatkan kebutuhan komunitas di atas kemampuan teknologinya; (3) Digital yang Berjiwa Tradisi, ketika pendekatan kritis menyadari potensi teknologi dalam pelestarian budaya tanpa mengorbankan nilai; dan (4) Kebijaksanaan Kolaboratif, yang lahir dari dialog antara paradigma yang berbeda.Pada akhirnya, penelitian ini berpendapat bahwa masa depan etnomusikologi tidak bergantung pada menangnya pendekatan digital atau tradisional, tetapi pada kemampuan untuk menyatukan keduanya secara bermakna. Konvergensi ini menciptakan ruang dialog yang adil, kontekstual, dan transformative menuju etnomusikologi yang peka budaya, beretika, dan adil secara epistemik.
Copyrights © 2025