Penelitian ini membahas keberagaman masyarakat Papua dan diskriminasi yang terjadi pada tokoh Halijah dalam novel Gadis Pesisir (2019) karya Nunuk Y. Kusmiana. Diskriminasi yang diterima oleh Halijah dan tokoh perempuan lainnya merupakan akibat dari perbedaan ras, usia, kelas, dan jenis kelamin atau interseksionalitas. Selain itu, adanya negosiasi dan resistensi tokoh perempuan menarik untuk diteliti. Tujuan penelitian ini ialah menampilkan masyarakat Papua yang multietnis dan multikulural dan mengungkap represi yang diterima tokoh perempuan karena keberagaman yang terjadi di Tanah Papua. Analisis dalam penelitian ini menggunakan teori identitas milik Stuart Hall, perspektif feminis multicultural Audre Lorde. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa novel Gadis Pesisir mencoba melawan bentuk-bentuk diskriminasi yang dialami perempuan karena perbedaan usia, ras, kelas, dan jenis kelamin. Selain itu, memberikan “ruang” yang berbeda untuk “meruntuhkan” pelekatan konstruksi identitas yang buruk terhadap perempuan asli Papua dan memberikan “ruang” baru untuk meruntuhkan tradisi pernikahan dini.
Copyrights © 2025