Remaja berada dalam fase perkembangan yang penuh tantangan, terutama saat menghadapi dilema pilihan hidup dan risiko seperti putus sekolah dan keterbatasan biaya pendidikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi untuk memperkuat dan memotivasi cara berpikir remaja melalui pola tren positif, yang diwujudkan dalam praktik hulu-hilir berbasis potensi dan permasalahan sosial, dengan fokus pada gerakan hijau dan kreativitas memasak. Pendekatan yang digunakan melihat persoalan remaja sebagai bagian dari masyarakat berisiko. Namun, risiko tersebut dapat diprediksi dan diupayakan penyelesaiannya. Metode pengabdian dilakukan melalui pemetaan sosial sederhana, dilanjutkan dengan analisis sebab-akibat dari permasalahan remaja. Selanjutnya, ditentukan tahapan pengabdian dengan mengangkat tema tren positif serta memberikan informasi dan strategi program penyetaraan pendidikan serta peluang beasiswa. Hasil dari kegiatan ini terlihat dari partisipasi aktif dan respons positif para remaja selama proses edukasi berlangsung. Remaja di Desa Dayeuhkolot memperoleh gagasan baru dalam melihat persoalan dan peluang, serta memiliki cara pandang yang lebih konstruktif dalam mengatasi permasalahan yang mereka hadapi.
Copyrights © 2025