Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dari komunitas petani dalam memanfaatkan jagung sebagai sumber gizi alternatif untuk mendukung pencegahan stunting. Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang masih signifikan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Takalar yang memiliki prevalensi 24% pada tahun 2024. Rendahnya literasi gizi keluarga dan minimnya diversifikasi pangan lokal menjadi penyebab utama tingginya kasus stunting. Padahal, Kabupaten Takalar memiliki potensi jagung yang melimpah sebagai sumber pangan bergizi alternatif. Metode pelaksanaan PKM meliputi edukasi mengenai dampak stunting, penyuluhan pemanfaatan pangan lokal, serta demonstrasi langsung pengolahan jagung menjadi makanan bergizi seperti sup jagung yang berpotensi disukai anak-anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya diversifikasi pangan lokal, serta meningkatnya keterampilan ibu rumah tangga dalam mengolah jagung menjadi menu sehat dan ramah anak. Intervensi ini juga mendorong perubahan sikap peserta untuk lebih sering memanfaatkan jagung dalam menu keluarga. Secara keseluruhan kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa edukasi gizi berbasis pangan lokal dan praktik pengolahan sederhana mampu meningkatkan kapasitas keluarga dalam penyediaan makanan bergizi sebagai langkah pencegahan stunting. Program ini direkomendasikan untuk diperluas melalui kerja sama berkelanjutan dengan pemerintah desa, kader posyandu, dan lembaga pendidikan masyarakat guna memperkuat pemanfaatan pangan lokal sebagai strategi pemberdayaan keluarga dan percepatan penurunan stunting.
Copyrights © 2025