Pendidikan tinggi vokasi pada jenjang Sarjana Terapan (D4) dihadapkan pada tantangan kesenjangan kompetensi awal (prior knowledge gap), terutama pada mata kuliah fondasi seperti Matematika Teknik. Berdasarkan data awal, mahasiswa baru Program Studi Teknik Elektronika menunjukkan disparitas kinerja signifikan antara lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang kuat pada konsep abstrak, dengan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang unggul pada konteks praktis. Kesenjangan ini terbukti melalui rata-rata Pre-test kelompok SMK (2.11 Poin) yang jauh di bawah kelompok SMA (2.69 Poin). Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan mengatasi disparitas tersebut melalui implementasi Model Peer-Assisted Learning (PAL) berbasis Kelompok Heterogen dengan sintaks Reciprocal Teaching (pengajaran timbal-balik). Metode pelaksanaan meliputi diagnosis awal, pembentukan kelompok campuran SMA-SMK, dan pengukuran dampak melalui analisis Gain (kenaikan poin) antara Pre-test dan Post-test. Hasil kegiatan menunjukkan transformasi positif yang signifikan: (1) Kesenjangan 0.58 Poin berhasil ditutup, menciptakan Ekuilibrium Kompetensi dengan rata-rata Post-test Kelompok SMK (3.38 Poin) hampir setara Kelompok SMA (3.40 Poin). (2) Rata-rata Kenaikan Poin (Gain) Kelompok SMK (1.27 Poin) adalah 78.8% lebih tinggi dibandingkan Kelompok SMA (0.71 Poin). Hasil ini membuktikan bahwa Model PAL-Heterogen efektif sebagai solusi bridging yang mengakselerasi pemahaman matematis, sekaligus meningkatkan kemampuan kolaborasi dan komunikasi teknik mahasiswa D4.
Copyrights © 2025