Studi ini menelusuri pola kesulitan berbahasa siswa kelas IV-V di SD Negeri 036 Tanggabosi, Mandailing Natal, sebagai fondasi merancang strategi pembelajaran yang lebih responsif. Melibatkan 44 siswa melalui pendekatan kombinasi kuantitatif-kualitatif (Mixed Method) selama enam pertemuan pembelajaran, penelitian mengungkap bahwa lebih dari separuh siswa (56,3%) mengalami kesulitan signifikan. Urutan kesulitan menunjukkan pola konsisten: menulis paling menantang (63,6% siswa kesulitan), diikuti berbicara (59,1%), membaca (54,5%), dan menyimak (47,7%). Temuan spesifik menunjukkan 72,7% siswa gagal mengidentifikasi ide pokok bacaan, 86,4% menghasilkan tulisan tanpa struktur jelas dan ejaan tidak tepat, 75,0% kehilangan konsentrasi saat menyimak, sementara 43,2% mengalami hambatan kepercayaan diri ketika berbicara. Akar permasalahan meliputi rendahnya motivasi belajar (70,5%), minimnya kebiasaan membaca (88,6%), pendekatan pembelajaran yang kurang variatif, serta terbatasnya akses literasi. Temuan menegaskan urgensi transformasi pembelajaran melalui pendekatan interaktif, program remedial terarah, dan penguatan ekosistem literasi sekolah secara menyeluruh.
Copyrights © 2025