Persepsi rasa aman dan paparan terhadap kekerasan merupakan elemen krusial bagi kesejahteraan masyarakat perkotaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat paparan kekerasan (fisik, psikologis, dan seksual) serta persepsi keamanan di wilayah Palmerah, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, termasuk peran agama. Penelitian ini mengimplementasikan metode kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 62 responden yang berdomisili di Palmerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat paparan kekerasan di Palmerah tergolong rendah, dengan 72% hingga 82% responden menyatakan "Tidak Pernah" mengalaminya. Persepsi rasa aman secara umum positif (71,0% menilai 4 atau 5), namun ditemukan pergeseran signifikan pada malam hari, di mana hanya 6,5% responden merasa "sangat aman" (dibandingkan 61,3% pada siang hari). Faktor utama pendorong rasa aman adalah "keramaian" (82,3%), sementara penyebab utama rasa tidak aman adalah "kondisi lingkungan fisik yang buruk" (58,1%). Menariknya, isu agama tidak dianggap sebagai pemicu kekerasan (50% skor 2), sebaliknya, ajaran agama dinilai berkontribusi positif terhadap rasa aman (62,9% skor 4). Kinerja aparat keamanan dan partisipasi kolektif warga dinilai "cukup" (rata-rata 3,03-3,26). Penelitian ini merekomendasikan dua intervensi utama untuk meningkatkan keamanan: pemasangan CCTV untuk pengawasan teknologi dan penguatan pendidikan karakter di sekolah sebagai solusi preventif jangka panjang.
Copyrights © 2025