Permasalahan pada pekerjaan konstruksi jalan sering kali disebabkan oleh rendahnya nilai CBR pada tanah dasar. Tanah lempung lunak memiliki daya dukung yang rendah, sehingga menjadikannya sebagai tantangan pada proyek konstruksi. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan stabilisasi tanah dengan menambahkan semen pada tanah lempung serta terhadap waktu pemeraman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai CBR tanah lempung dengan penambahan semen sebesar 3%, 6%, dan 10%, serta waktu pemeraman selama 7 dan 14 hari. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental di laboratorium dengan mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga, 2018. Sampel tanah diambil dari Jalan Badak, Sail, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan semen sebesar 3%, 6%, dan 10% dengan waktu pemeraman tertentu meningkatkan nilai CBR, dengan nilai tertinggi CBR sebesar 40,10% pada campuran 10% semen setelah 14 hari pemeraman. Sementara itu, nilai CBR tanah asli hanya sebesar 4,6%. Nilai ini telah memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018, yaitu lebih dari 6%. Dengan demikian, semakin tinggi persentase semen dan semakin lama waktu pemeraman, nilai CBR yang dihasilkan semakin meningkat.
Copyrights © 2025