Pendidikan Indonesia saat ini menghadapi tuntutan adaptasi digital sekaligus kesenjangan infrastruktur yang persisten, menjadikan peran kepala sekolah di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) sangat krusial. Kajian literatur ini bertujuan menganalisis praktik, tantangan, dan strategi manajemen sumber daya manusia (SDM) pendidikan oleh kepala sekolah di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur tersebut. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan analisis tematik, kajian ini menganalisis 24 artikel terpilih dari 62 publikasi awal yang terbit pada rentang tahun 2020 hingga 2025. Proses seleksi didasarkan pada relevansi terhadap manajemen SDM dan kepemimpinan di daerah terpencil.Temuan menunjukkan bahwa kepala sekolah di daerah 3T menghadapi "beban ganda": mengelola kekurangan infrastruktur dasar yang memengaruhi retensi dan motivasi guru, serta memenuhi tuntutan kompetensi digital nasional. Model manajemen SDM yang kaku terbukti tidak sesuai untuk konteks 3T. Strategi yang efektif ditemukan menekankan pada kepemimpinan adaptif dan kolaboratif, serta penguatan kolaborasi antar-guru sebagai bentuk pengembangan profesional berkelanjutan. Kajian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan partisipatif dan inovatif merupakan faktor kunci dalam keberhasilan manajemen SDM di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur. Implikasi studi ini menekankan perlunya kebijakan pelatihan kepala sekolah yang lebih kontekstual dan tidak hanya bersifat administratif. Analysis of Human Resource Management (HRM) in Education by School Principals in Infrastructure-Limited Areas: A Literature Review Indonesia’s education system is currently confronted with the dual demands of digital adaptation and persistent infrastructural disparities, making the role of school principals in remote, frontier, and outermost regions (3T) exceptionally critical. This literature review aims to analyze the practices, challenges, and human resource management (HRM) strategies employed by school principals in these infrastructure-limited areas. Using a Systematic Literature Review (SLR) method with a thematic analysis approach, the study examines 24 selected articles from an initial pool of 62 publications published between 2020 and 2025. The selection process was based on relevance to HRM and educational leadership in remote regions. The findings indicate that school principals in 3T areas face a “double burden”: managing shortages in basic infrastructure that affect teacher retention and motivation, while simultaneously meeting national digital competency requirements. Rigid HRM models are shown to be ineffective for the contextual realities of 3T regions. Effective strategies emphasize adaptive and collaborative leadership, as well as strengthening teacher collaboration as a form of continuous professional development. The review concludes that participatory and innovative leadership are key factors in successful HRM within infrastructurally constrained environments. The study’s implications highlight the need for more contextualized principal training policies that go beyond administrative orientation.
Copyrights © 2025