In Islam, all excesses are prohibited because they will have fatal consequences, such as mukbang which can damage the health of the human body. In this study, the analysis of the Mukbang phenomenon on social media was studied: "Tafsir Fii Zhilalil Qur'an". Mukbang on social media shows the phenomenon of overeating. In this study, a qualitative method was used with a Library Research Approach. The qualitative method was chosen to describe, study, and interpret narrative and descriptive data, especially related to the ethics of eating from the perspective of Sayyid Qutb. In the study, it can be concluded that the Tafsir Fi Ẓilālil Qur'an emphasizes that Islam is a religion that regulates all aspects of human life, including in seemingly simple matters such as eating. Through this prohibition, the Qur'an educates people to always protect themselves from excessive behavior that can lead to sin, and directs people to cultivate gratitude, simplicity, and responsibility. This message aligns with Quthub's principles of da'wah, which emphasize spiritual development through the internalization of Qur’anic values in everyday life. Dalam Islam, segala hal yang berlebihan dilarang karena akan berakibat fatal, seperti mukbang yang dapat merusak kesehatan tubuh manusia. Dalam penelitian ini, analisis fenomena Mukbang di media sosial dikaji: “Tafsir Fii Zhilalil Qur’an”. Mukbang di media sosial menunjukkan fenomena makan berlebihan. Dalam penelitian ini, metode kualitatif digunakan dengan Pendekatan Library Research. Metode kualitatif dipilih untuk mendeskripsikan, mengkaji, dan menginterpretasi data naratif dan deskriptif, khususnya terkait etika makan dari perspektif Sayyid Qutb. Dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Tafsir Fi Ẓilālil Qur’an menekankan bahwa Islam adalah agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk dalam hal-hal yang tampak sederhana seperti makan. Melalui larangan ini, Al-Qur’an mendidik manusia untuk senantiasa menjaga diri dari perilaku berlebihan yang dapat berujung pada dosa, dan mengarahkan manusia untuk memupuk rasa syukur, kesederhanaan, dan tanggung jawab. Pesan ini sejalan dengan prinsip dakwah Quthub yang menekankan pengembangan spiritual melalui internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2025