Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji kelayakan serta efektivitas media mobile learning berbasis Android dengan evaluasi adaptif pada materi fluida untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa SMA. Model pengembangan yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang diujicobakan pada 30 siswa kelas XI IPA SMA Negeri 11 Medan. Data dikumpulkan melalui angket validasi ahli, angket respons siswa, tes hasil belajar (pretest–posttest), serta skala Self-Regulated Learning (SRL). Validitas instrumen dianalisis menggunakan Aiken’s V, sedangkan reliabilitas dihitung dengan Alpha Cronbach. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji-t berpasangan pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan berada pada kategori sangat layak dengan skor validasi ahli materi 88,3%, ahli media 85,0%, guru mata pelajaran 87,5%, dan respons siswa 91,4% pada kategori sangat baik. Rata-rata nilai pretest siswa sebesar 53,17 (SD = 4,25) meningkat menjadi 82,67 (SD = 2,86) pada posttest dengan nilai t = 30,43 dan p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan. Pengukuran SRL menghasilkan skor rata-rata 4,18 (skala 1–5) dengan 87% siswa berada pada kategori kemandirian tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa mobile learning berbasis Android dengan evaluasi adaptif efektif dalam meningkatkan hasil belajar fluida sekaligus kemandirian belajar siswa serta relevan untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah menengah.
Copyrights © 2025