Paparan sinar ultraviolet dapat memicu munculnya kerutan pada kulit. Minyak nilam merupakan salah satu minyak esensial yang berpotensi digunakan sebagai anti-wrinkle, karena kandungan senyawa patchouli alcohol yang memiliki aktivitas antioksidan sangat tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas dan konsentrasi efektif minyak nilam sebagai anti-wrinkle terhadap kulit punggung kelinci yang diinduksi sinar UV-B. Pengujian aktivitas anti-wrinkle minyak nilam dilakukan dengan menggunakan 3 ekor kelinci. Punggung kelinci dibagi menjadi 6 bagian perlakuan: I (kontrol negatif), II (kontrol positif) HANASUI Advance Retinol Serum, III-V (kelompok uji) minyak nilam dengan variasi konsentrasi 17,5%, 20%, 22,5%, dan VI (kontrol normal). Parameter yang diamati adalah perbaikan kerutan pada kulit punggung kelinci yang diamati secara visual dengan scoring system of Bisset. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor kerutan pada kelompok I (-), II (+), III, IV, V dan VI masing-masing adalah 1,67±0,58; 0; 0,67±0,58; 0; 0; 0. Kelompok I (-) memberikan perbedaan yang signifikan pada kelompok II (+), IV, dan V (P<0,05). Kelompok II (+) tidak berbeda secara signifikan terhadap skor kerut pada kelompok III, IV dan V (P>0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak nilam memiliki aktivitas anti-wrinkle dengan konsentrasi efektif 20% menunjukkan hasil yang setara dengan kontrol positif
Copyrights © 2025