Penyandang tunanetra sering menghadapi kendala dalam mobilitas dan navigasi karena keterbatasan fasilitas umum yang ramah disabilitas, khususnya di area pedestrian. Hal ini berdampak pada rendahnya kemandirian dan tingginya risiko kecelakaan selama aktivitas sehari-hari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan keamanan mobilitas tunanetra melalui implementasi sistem pedestrian berbasis Internet of Things (IoT) sebagai panduan navigasi dan pelacakan, serta pengembangan aplikasi pengelolaan database untuk organisasi PERTAPI (Persatuan Tunanetra Ahli Pijat Indonesia). Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan melalui survei dan wawancara, perancangan perangkat IoT dengan sensor deteksi rintangan dan GPS, pembuatan database digital berbasis web, pelatihan penggunaan kepada pengguna dan pengelola, serta evaluasi efektivitas. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam akurasi navigasi dengan penurunan kesalahan arah sebesar 70%, serta peningkatan efisiensi pengelolaan data anggota dari sistem manual ke digital sebesar 90%. Kesimpulan dari program ini adalah bahwa teknologi berbasis IoT dan digitalisasi data dapat meningkatkan kualitas hidup tunanetra serta memperkuat tata kelola organisasi, sehingga menjadi model inklusi teknologi yang dapat diadopsi di wilayah lain.
Copyrights © 2025