Penelitian ini berjudul “Representasi Sintaksis dalam Tuturan Penyandang Tunarungu di Menes, Pandeglang Banten” dan bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan tuturan penyandang tunarungu serta menganalisis jenis kalimat berdasarkan modus yang mereka gunakan, yaitu kalimat deklaratif (berita), interogatif (tanya), imperatif (perintah), interjektif (seruan), dan optatif (harapan). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pandangan bahwa hambatan utama penyandang tunarungu bukan semata-mata ketidakmampuan dalam berbicara, tetapi terbatasnya kemampuan berbahasa secara menyeluruh, termasuk pemahaman lambang dan aturan bahasa (Van Uden, 1977; Meadow, 1980; Leigh, 1994 dalam Bunawan, 2004). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tuturan penyandang tunarungu di wilayah Menes, Pandeglang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 60 data tuturan yang dikategorikan, sebanyak 27 data (45%) merupakan kalimat berita (deklaratif), 12 data (20%) kalimat tanya (interogatif), 18 data (30%) kalimat perintah (imperatif), 1 data (1,6%) kalimat seruan (interjektif), dan 2 data (3,4%) kalimat harapan (optatif). Temuan ini memberikan gambaran mengenai pola sintaksis yang umum digunakan oleh penyandang tunarungu di daerah penelitian dan menunjukkan kecenderungan penggunaan kalimat deklaratif sebagai bentuk tuturan yang paling dominan.
Copyrights © 2025