ABSTRAKPenggunaan alat berat dalam konstruksi berperan penting untuk memperlancar proses pelaksanaan, memudahkan pekerjaan, dan mempercepat waktu penyelesaian proyek. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efisiensi dan produktivitas alat berat pada pekerjaan rigid pavement rest Area seksi 3 jalan tol Sigli–Banda Aceh dengan membandingkan tiga alternatif; 1) menganalisis dan membandingkan total biaya, 2) mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari masing-masing alternatif alat berat, 3) menentukan alternatif alat berat yang paling ekonomis dan optimal untuk digunakan pada masing-masing pekerjaan. Perhitungan dilakukan berdasarkan analisis harga satuan pekerjaan (AHSP) kementerian PUPR no.01 tahun 2022 dengan memperhitungkan kapasitas produksi, biaya pasti, biaya operasional, dan efisiensi kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih ekonomis menggunakan alternatif 1 dengan biaya pekerjaan timbunan hasil galian Rp1.504.058.330,00, lapis pondasi agregat kelas A (LPA) Rp291.552.219,00, dan lean concrete (LC) Rp1.288.776.563,00, sedangkan pekerjaan utama rigid pavement lebih ekonomis dan optimal menggunakan alternatif 3 dengan biaya Rp5.666.057.023,00. Secara total, alternatif 1 merupakan opsi paling hemat dengan biaya Rp 9.854.789.000,00 atau lebih rendah 1,28% dari alternatif 2 dan 0,68% dari alternatif 3. Secara teknis, alternatif 1 unggul pada aspek biaya meskipun produktivitasnya lebih rendah, alternatif 2 berada pada posisi menengah dengan keseimbangan biaya dan produktivitas, sementara alternatif 3 memiliki produktivitas yang tinggi meskipun biaya lebih besar. Oleh karena itu, strategi yang paling tepat adalah menggunakan alternatif 1 pada pekerjaan persiapan (pekerjaan timbunan, LPA, dan LC) serta alternatif 3 pada pekerjaan inti rigid pavement. Kombinasi ini dinilai sebagai pilihan paling ekonomis dan optimal dari segi biaya, mutu, dan waktu pelaksanaan. Kata kunci: alat berat, produktifitas efesiensi
Copyrights © 2025