Kemampuan persepsi spasial merupakan aspek penting dalam perkembangan kognitif anak usia dini, khususnya pada rentang usia 3–4 tahun yang sedang berada pada masa emas perkembangan otak. Namun, hasil observasi awal di KB PKK Anggrek Bululawang menunjukkan bahwa hanya 1 dari 12 anak yang mencapai ketuntasan dalam persepsi spasial, dengan ketuntasan klasikal sebesar 8,33%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan permainan balok dapat meningkatkan kemampuan persepsi spasial anak. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus pembelajaran yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan persepsi spasial anak, yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan klasikal dari 8,33% (pra siklus), menjadi 50% pada siklus I, dan mencapai 75% pada siklus II. Peningkatan ini menunjukkan bahwa permainan balok efektif dalam menstimulasi pengenalan bentuk, ruang, dan imajinasi anak melalui aktivitas konkret dan menyenangkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa permainan balok adalah media efektif untuk meningkatkan kemampuan persepsi spasial pada anak usia dini, serta dapat menjadi alternatif pembelajaran yang menyenangkan dan bermanfaat bagi guru PAUD.
Copyrights © 2025