Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran kontraktor lokal terhadap konsep bangunan hijau sebagai upaya mewujudkan konstruksi berkelanjutan. Rendahnya tingkat penerapan prinsip ramah lingkungan di kalangan kontraktor kecil menjadi dasar perlunya edukasi yang aplikatif dan mudah diterapkan di lapangan. Program dilaksanakan di Kota Makassar dengan melibatkan 25 peserta yang telah memiliki pengalaman kerja lebih dari dua tahun di industri konstruksi. Metode pelaksanaan mencakup empat tahapan, yaitu evaluasi awal (pre-test), penyampaian materi edukasi, diskusi interaktif, dan evaluasi akhir (post-test). Materi utama yang diberikan meliputi sistem rainwater harvesting untuk konservasi air dan konsep recycling construction debris untuk pengelolaan limbah konstruksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 0,31 menjadi 0,70 atau sebesar 39%. Peserta menunjukkan antusiasme dan komitmen untuk mulai menerapkan prinsip bangunan hijau, seperti pemanfaatan kembali material sisa dan sistem penampungan air hujan. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam membentuk kesadaran lingkungan dan perilaku konstruksi yang lebih bertanggung jawab. Selain meningkatkan kapasitas teknis, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku industri lokal dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta pembangunan konstruksi yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan. Kata Kunci: edukasi, teknologi, bangunan hijau, kontraktor, berkelanjutan
Copyrights © 2025