Penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana kegiatan jalan sehat berfungsi sebagai ruang interaksi sosial sekaligus media peningkatan literasi kesehatan masyarakat Desa Banding. Fenomena ini menjadi penting karena masyarakat desa umumnya lebih mudah menerima informasi kesehatan dalam suasana informal dibandingkan melalui pendekatan formal. Penelitian menggunakan metode kualitatif jenis studi kasus dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama kegiatan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial terbangun secara kuat melalui percakapan spontan, kebersamaan lintas usia, dan solidaritas yang muncul saat warga berjalan bersama. Jalan sehat juga menjadi ruang belajar kesehatan yang natural, terlihat dari antusiasme warga membaca banner kesehatan, materi edukasi dari sponsor IM3, hingga percakapan informal antarwarga mengenai pola hidup sehat. Kolaborasi antara panitia desa, komunitas pemuda, dan sponsor memperkuat keberhasilan acara dan menciptakan suasana yang inklusif. Dampak kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran kesehatan, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan mendorong motivasi warga untuk melakukan aktivitas fisik secara rutin. Penelitian ini menegaskan bahwa kegiatan komunal seperti jalan sehat dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan melalui pendekatan berbasis partisipasi dan kebersamaan. Temuan ini memberikan implikasi bagi desa dan lembaga kesehatan untuk menjadikan kegiatan sosial sebagai media edukasi yang lebih relevan dan dekat dengan pola hidup masyarakat.
Copyrights © 2025