Sektor industri manufaktur krusial bagi PDB Indonesia dan memberikan multiplier effect yang kuat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Tenaga Kerja (TK), Investasi (INV), dan Inflasi (INF) terhadap pertumbuhan sektor manufaktur di Indonesia selama periode 2000–2020. Studi ini mengatasi kesenjangan penelitian dengan mengkaji ketiga variabel secara komprehensif. Metode yang digunakan adalah regresi berganda Ordinary Least Square (OLS) dengan data sekunder time-series (BPS dan BI), setelah model lolos uji asumsi klasik. Hasil estimasi menunjukkan model memiliki Koefisien Determinasi ($R^2$) sebesar $0.9311$. Secara parsial, variabel Tenaga Kerja ($p=0.0296$) dan Investasi ($p=0.0121$) terbukti memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pertumbuhan industri. Keduanya adalah pendorong utama peningkatan kapasitas dan modernisasi. Sementara itu, Inflasi menunjukkan pengaruh negatif, namun tidak signifikan secara statistik ($p=0.7098$). Kesimpulan menegaskan bahwa Investasi dan Tenaga Kerja adalah faktor dominan yang harus menjadi fokus kebijakan. Direkomendasikan penguatan investasi melalui insentif fiskal dan penyederhanaan birokrasi, serta peningkatan kualitas dan keterampilan tenaga kerja melalui program vokasi yang terintegrasi.
Copyrights © 2025