Penelitian ini mengkaji mekanisme adaptasi yang diterapkan keluarga miskin dalam mempertahankan ketahanan pangan pada kondisi ketidakstabilan ekonomi nasional yang terus berlanjut. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif berbasis studi kasus, penelitian ini menelaah secara sistematis respons rumah tangga terhadap tekanan makroekonomi, seperti meningkatnya inflasi, kenaikan harga pangan, serta melemahnya daya beli masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola-pola adaptasi yang mendasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi keluarga miskin meliputi tiga aspek utama: diversifikasi sumber pendapatan melalui keterlibatan pada sektor informal yang fleksibel, rasionalisasi konsumsi pangan dengan mengutamakan komoditas yang lebih terjangkau namun tetap memenuhi standar gizi, serta pemanfaatan modal sosial komunitas melalui praktik berbagi pangan, pinjaman informal, dan partisipasi pada program ketahanan pangan berbasis masyarakat. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketahanan pangan tidak semata-mata ditentukan oleh faktor ekonomi, tetapi juga oleh kapasitas resiliensi, solidaritas kolektif, dan kekuatan jejaring sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan empiris bagi pengembangan kebijakan, terutama terkait penguatan perlindungan sosial, pengelolaan pangan lokal, dan program pemberdayaan ekonomi rumah tangga rentan.
Copyrights © 2025