Fenomena degradasi moral di kalangan remaja dalam era globalisasi merupakan persoalan serius yang memerlukan perhatian mendalam. Kemajuan teknologi, maraknya arus informasi, serta penetrasi budaya global telah membawa pengaruh besar terhadap sikap dan pola pikir generasi muda. Pergeseran nilai moral dan menurunnya kesadaran sosial menjadi latar belakang munculnya perilaku individualistik, hedonistik, maupun apatis terhadap nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research) untuk menggali nilai-nilai etika sosial dalam Al-Qur’an dan menelaah relevansinya bagi pembinaan moral remaja di tengah dinamika global. Temuan menunjukkan bahwa prinsip-prinsip Qur’ani seperti ʻAdl (keadilan), Rahmah (kasih sayang), Ta‘awun (tolong-menolong / solidaritas), dan Mas’uliyyah (tanggung jawab sosial) menawarkan kerangka etika sosial yang universal, komprehensif, dan aplikatif. Nilai-nilai tersebut berpotensi membentuk karakter remaja yang berakhlak mulia, berempati, serta memiliki kepedulian sosial tinggi. Dengan demikian, pemahaman dan internalisasi nilai-nilai Qur’ani dapat berfungsi sebagai upaya strategis dalam memperkuat fondasi moral generasi muda dan meredam dampak negatif budaya konsumtif dan individualistik di era globalisasi. Artikel ini merekomendasikan program pendidikan dan bimbingan karakter berbasis nilai-nilai Qur’ani sebagai bagian dari strategi pembinaan remaja di masyarakat kontemporer.
Copyrights © 2025