Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pelayan Khusus sebagai role model pertumbuhan iman generasi muda dalam terang relasi Trinitas menurut pemikiran John Zizioulas. Berangkat dari realitas bahwa banyak generasi muda gereja mengalami kejenuhan rohani dan penurunan keterlibatan dalam pelayanan, penelitian ini menegaskan bahwa keteladanan Pelayan Khusus menjadi faktor strategis dalam membangkitkan kembali gairah iman mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur teologis, observasi pelayanan, dan wawancara mendalam terhadap Pendeta, Penatua, Diaken, dan Guru Agama di jemaat GMIM Kalvari Talaitad Wilayah Tareran II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi Trinitas—sebagaimana digambarkan Zizioulas sebagai comunio kasih yang saling memberi diri secara bebas—menjadi model ideal bagi Pelayan Khusus dalam membangun relasi yang menyentuh dimensi spiritual, emosional, dan sosial generasi muda. Temuan lapangan memperlihatkan bahwa generasi muda lebih mudah terinspirasi oleh teladan hidup yang otentik ketimbang pengajaran verbal semata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gereja perlu memperkuat pembinaan spiritual Pelayan Khusus agar mereka tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi hadir sebagai ikon kasih Allah yang memancarkan pengaruh transformatif bagi generasi muda.
Copyrights © 2026