Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan yang dihadapi oleh guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) di daerah terpencil serta merumuskan intervensi yang relevan untuk meningkatkan kompetensi mereka. Manfaat penelitian ini adalah memberikan rekomendasi strategis bagi pemangku kepentingan dalam merancang program pengembangan profesional yang kontekstual dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan wawancara mendalam terhadap guru PAK dan tokoh pendidikan di wilayah terpencil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan akses terhadap pelatihan, minimnya fasilitas teknologi, dan kurangnya dukungan institusional merupakan tantangan utama. Intervensi yang efektif meliputi pelatihan berbasis lokal, pendampingan oleh mentor, pemanfaatan teknologi pembelajaran jarak jauh, serta dukungan kebijakan dari pemerintah dan lembaga keagamaan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru PAK di daerah terpencil memerlukan pendekatan kolaboratif yang mempertimbangkan kondisi geografis, sosial, dan spiritual masyarakat setempat.
Copyrights © 2025