Karies gigi disebabkan oleh berkembangnya lubang kecil sampai merusak bagian dalam gigi, sehingga dapat mengganggu aktifitas sehari-hari seperti mengunyah, menggigit, dan berbicara. Berdasarkan faktor risiko karies gigi tinggi yaitu menggunakan obat kumur sebagai perawatan tanpa operasi. Daun sirih cina (Peperomia pellucida (L.) Kunth) dapat digunakan sebagai antipiretik, antiinflamasi, gastroprotektif, antioksidan, dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi terhadap mutu fisik, kategori IC50, dan uji hedonik formulasi dan evaluasi obat kumur fraksi etil asetat daun sirih cina (Peperomia pellucida (L.) Kunth) dalam menghambat kerusakan sel akibat radikal bebas. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-picrylhydrazyl). Hasil penelitian menunjukkan bobot jenis F1 diperoleh hasil yang melebihi syarat, dan uji pH pada F0 diperoleh hasil yang melebihi syarat, aktivitas antioksidan pada F0 (tanpa penambahan ekstrak) diperoleh IC50 581.972 ppm, F1 (8%) diperoleh IC50 159.303 ppm, F2 (10%) diperoleh IC50 123.941 ppm, dan F3 (12%) diperoleh IC50 73.1378 ppm. Berdasarkan uji hedonik panelis menyukai Formula 2. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa F3 dengan konsentrasi 12% dapat digunakan sebagai alternatif penggunaan obat kumur dengan kategori antioksidan yang kuat.
Copyrights © 2025