Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi ketidaksantunan berbahasa (impoliteness strategies) yang digunakan oleh netizen dalam merespons video klarifikasi publik figur Inara Rusli terkait skandal perselingkuhan. Menggunakan pendekatan Sosiopragmatik dan teori Ketidaksantunan Jonathan Culpeper (1996), penelitian ini menganalisis ujaran-ujaran kebencian yang muncul pada akun media sosial berita hiburan Cumicumi.com. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa netizen dominan menggunakan strategi Ketidaksantunan Positif (Positive Impoliteness) dan Sarkasme (Mock Politeness). Temuan khusus dalam penelitian ini adalah adanya fenomena "komodifikasi agama" sebagai bahan serangan verbal; netizen menggunakan istilah-istilah religius untuk menyerang wajah positif (positive face) penutur yang dianggap munafik atau berlindung di balik citra saleh.
Copyrights © 2025