Penelitian ini menganalisis representasi lokalitas dalam lirik lagu-lagu Timur yang populer di platform digital seperti YouTube, TikTok, dan Spotify. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis wacana kritis berpadu dengan stilistika dan teori representasi, studi ini menelaah enam lagu terpopuler dari kawasan Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua. Fokus analisis diarahkan pada elemen linguistik seperti campur kode, kosakata lokal, metafora budaya, dan gaya tutur khas Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa dalam lagu-lagu tersebut berfungsi sebagai medium ekspresif dalam mengonstruksi identitas budaya dan menegosiasikan posisi sosial masyarakat Timur dalam ruang digital nasional. Penggunaan dialek lokal, diksi tubuh, serta humor dan narasi sosial menunjukkan upaya musisi untuk menampilkan identitas etnokultural secara otentik, hangat, dan penuh daya tarik. Musik menjadi arena representasional tempat bahasa daerah memperoleh legitimasi simbolik dan emosional, serta memperkuat hubungan kultural antara musisi dan publik. Temuan ini memperlihatkan bahwa musik Timur digital telah melampaui batas geografis sebagai produk budaya lokal dan menjadi ruang artikulatif identitas yang inklusif di era digitalisasi.
Copyrights © 2025