Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan perkembangan bahasa antara anak laki-laki dan anak perempuan, serta mengkaji implikasinya melalui lensa sosiolinguistik dan pragmatik. Dari perspektif sosiolinguistik, perbedaan gender ini tercermin dalam fungsi dan gaya penggunaan bahasa. Anak perempuan cenderung menggunakan bahasa untuk membangun kedekatan sosial dan menggambarkan pengalaman/emosi, sementara anak laki-laki lebih cenderung menggunakan bahasa untuk menginstruksikan atau mendeskripsikan objek (tujuan fungsional). Dalam kaitannya dengan pragmatik (kajian tentang penggunaan bahasa dalam konteks), perbedaan ini juga terlihat dalam strategi komunikasi. Anak perempuan cenderung menghindari konflik dan menunjukkan keterampilan komunikasi non-verbal yang lebih kuat (ekspresi wajah/kontak mata), sedangkan anak laki-laki mungkin lebih konfrontatif dan menggunakan bahasa yang lebih sederhana atau bercanda.Dengan demikian, dinamika bahasa gender bukan hanya fenomena psikolinguistik (kecepatan pemerolehan) tetapi juga fenomena sosiopragmatik yang menunjukkan bagaimana identitas gender memengaruhi pilihan linguistik (gaya bahasa) dan tujuan sosial (fungsi bahasa) dalam interaksi.
Copyrights © 2025